Connect with us

Nasional

Pembatasan Kuota Taksi Online Mulai Diberlakukan

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Surabaya– Tepat pada tanggal 5 Maret 2018, pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan kuota taksi online (daring). Bersamaan dengan itu pula dikeluarkan kebijakan moratorium pendaftaran pengemudi taksi online.

Kebijakan ini disampaikan oleh Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Kemaritiman Indonesia. Luhut menyebutkan pembatasan kuota taksi online juga terjadi di beberapa negara, seperti New York, Amerika Serikat. “Dan untuk yang melanggar kebijakan ini akan dikenakan tindakan tegas,” ungkapnya di Surabaya kemarin.

Hal ini juga dibenarkan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, bahwa kuota taksi online per wilayah di Indonesia telah ditetapkan. Di samping itu, beliau juga mengaku telah mengirim surat kepada seluruh aplikator taksi online supaya tidak menerima ataupun membuka pendaftaran untuk penambahan armada.
“Akan diterapkan penegakan aturan atau tindakan hukum yang tegas bagi yang melanggar. Penambahan armada berikutnya akan diatur melalui moratorium,” pungkasnya.

Dirjen Perhubungan, Darat Budi Setiyadi menuturkan, kuota kendaraan ditentukan daerah masing-masing. Setidaknya sudah ada 12 wilayah yang sudah menetapkan, dengan jumlah taksi online seluruhnya 83.906 unit.

Pembatasan kuota taksi online mulai diterapkan di beberapa wilayah Indonesia. (sumber: bbstv.co.id)

Wilayah yang mendapatkan jatah kuota terbanyak adalah Jabodetabek dengan kuota 36.510 unit.

Adapun wilayah lain masing-masing Jawa Barat mem peroleh kuota 15.418 unit, Jawa Tengah (4.935), Jawa Timur (4.445), Aceh (748), Sumatera Barat (400), Sumatera Utara (3.500), Sumatera Selatan (1.700), Lampung (8.000), Bengkulu (250), Kalimantan Timur (1.000), dan Sulawesi Selatan (7.000).