Connect with us

Dunia

Tingkatkan Bahasa Perancis, Presiden Perancis Habiskan Ratusan Juta Euro

Published

on

Presiden Perancis, Emmanuel Macron

Perancis-GeoSiar.com, Presiden Perancis, Emmanuel Macron berencana menyalip pembelajaran bahasa Inggris di Afrika dan daerah sekitar Eropa.

Tak tanggung, Perancis bersedia menghabiskan ratusan juta euro untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Prancis di seluruh dunia.

Perancis juga akan meningkatkan penggunaan bahasa Prancis secara online dan mengajar bahasa Prancis ke lebih banyak pejabat Eropa untuk melonggarkan cengkeraman bahasa Inggris.

Bahasa Perancis merupakan bahasa keenam yang paling banyak digunakan di dunia setelah bahasa Mandarin Cina, Inggris, Hindi, Spanyol dan Arab.

Saat ini, menurut Macron, ada lebih banyak pembicara Prancis di luar Prancis daripada di dalam perancis itu sendiri.

Macron memuji orang Perancis karena dinilai memiliki “bahasa kebebasan” saat ia menetapkan rencana untuk menuangkan dana ke dalam pengajaran Prancis yang meningkat dan menggandakan jumlah siswa di sekolah-sekolah Prancis di luar negeri.

Melalui cara ini, Macron ingin meningkatkan kemampuan Prancis di tengah meluasnya penggunaan bahasa Inggris di Uni Eropa.

“Situasinya sekarang cukup paradoks. Bahasa Inggris mungkin tidak pernah hadir di Brussels saat kita membicarakan Brexit,” katanya seperti dimuat The Guardian pekan ini.

Macron optimis bahwa penggunaan bahasa Perancis akan memberikan peluang tersendiri bagi para penggunanya.

“Dominasi ini tidak bisa dihindari. Terserah kepada kami untuk menetapkan beberapa aturan, untuk hadir, dan menjadikan bahasa Perancis sebagai bahasa yang bisa diakses oleh sejumlah peluang,” ujarnya lagi.

Prancis diketahui telah lama dominan di markas besar Uni Eropa di Brussels namun bahasa Inggris telah berkembang di berbagai institusi Eropa, terutama sejak anggota-anggota Eropa Timur bergabung dalam blok tersebut pada tahun 2004.

Dengan pertumbuhan penduduk, akan ada lebih dari 700 juta penutur bahasa Perancis pada tahun 2050 mendatang, 80% dari mereka di Afrika.

Terkait hal itu, Macron ingin meningkatkan jumlah orang yang berbicara bahasa Prancis dengan harapan bisa melompat ke peringkat bahasa global. (rml/r1)