Connect with us

Sumut

Dipaksa Bayar dan Tetap Digusur, Pedagang Pasar Marelan Buat Aduan ke DPRD Medan

Published

on

Pedagang pasar tradisional Marelan datangi gedung DPRD Medan, pada Senin (19/3/2018)

Medan-Geosiar.com, Puluhan pedagang pasar tradisional Marelan kembali mendatangi gedung DPRD Medan, pada Senin (19/3/2018) pukul 15.00 WIB.

Kedatangan mereka setelah lapak berjualan yang berada di Jalan M Basir, Pasar V Marelan, Pasar Tolak dan di Jalan Rahmadbuddin digusur oleh gabungan PD Pasar dan Satpol PP.

Salah seorang pedagang Rut Hotmaida saat ditemui mengungkapkan bahwa penertiban yang dilakukan terhadap pedagang di kawasan pasar Marelan tersebut dinilai tidak adil.

Sebab, kendati para pedagang telah menyetor uang dan mendapatkan kartu kuning yang dikeluarkan langsung oleh Kepala Pasar Marelan, Halim Syahputra dan diketahui Kacab III PD Pasar, Ismail Pardede pada 22 Januari 2018 lalu, tetap saja lapak mereka ditertibkan.

“Aku udah setor uang muka sebesar Rp 3.000.000 serta uang pendaftaran Rp 100.000 dan telah menerima kartu kuning.Tapi tetap aja lapakku digusur,” kata Rut sembari menunjukkan kwitansi penyetoran uang kepada PD Pasar.

Sama halnya dengan Melpina Br.Tampubolon yang juga telah menyetor uang Rp 2.000.000 kepada PD Pasar. Namun, tetap dirinya mengaku tidak mendapat lapak untuk berjualan.

“Kami orang miskin, yang kami mau berjualannya disana (pasar Marelan-red) biar anak kami bisa makan dan sekolah,” pungkasnya.(lamru)