Connect with us

Sumut

Ihwan Ritonga : Harus Dibuat Standarisasi Gaji Guru Honor di Medan

Published

on

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Ihwan Ritonga SE

Medan-Geosiar.com, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Ihwan Ritonga SE mengaku prihatin melihat kondisi para guru honor di Medan. Pasalnya upah yang diterima para guru pendidik tersebut masih sangat tidak manusiawi.

“Bagaimana mungkin orang yang cukup berjasa dalam mencerdaskan anak bangsa ini jika upah yang diterima setiap bulannya hanya berkisar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu,”ujarnya kepada wartawan pada Jumat (16/3/2018).

Untuk itu politisi Partai Gerindra Indonesia Raya (Gerindra) ini meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengakaji keberadaan guru honor di Medan, membuat kebijakan dalam rangka mensejahterakan para guru honor dengan memberikan upah yang layak, paling tidak setara dengan Upah Minum Kota (UMK).

Memang kata Ihwan, sesuai aturan upah para guru honor ini bisa diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun nominal yang diberikan sangat terlalu rendah, tidak layak dan sangat tidak manusiawi.
Karena perlu ada kebijakan yang di Pemko Medan dalam Dinas Pendidikan Kota Medan. Paling tidak ada pola yang diterapkan semisal standarisasi upaya untuk para guru honor ini, ungkap Ihwan.

Dengan demikian semangat belajar mengajar semakin meningkat, dan kualitas pendidikan di kota Medan juga dapat terdongkrak.

Dalam kesempatan ini, pimpinan dewan ini juga mempertanyakan kepada Dinas Pendidikan berapa sebenarnya jumlah guru honor di Medan.

Sebab SK guru honor ini ada yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas, ada juga Kepala Sekolah, kalau yang swasta dikeluarkan Kepala Yayasan.

Kemudian Ihwan juga meminta kepada pihak sekolah bersikap jujur, agar benar-benar memanfaatkan waktu untuk mengajar, jangan hanya berharap kepada guru guru honor. (lamru)