Connect with us

Sumut

Ketua KKI Regio Sumatera Sosialisasikan Program pada Pendamping SEKAMI Katedral Medan

Published

on

Ketua Komisi Karya Kepausan Indonesia (KKI) Regio Sumatera, Pastor Martin Nule, SVD memberikan pembinaan kepada pembina Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) Paroki Katedral pada Minggu (18/3/2018)

Medan-GeoSiar.com, Ketua Komisi Karya Kepausan Indonesia (KKI) Regio Sumatera, Pastor Martin Nule, SVD memberikan pembinaan kepada pembina Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) Paroki Katedral pada Minggu (18/3/2018) pukul 18.00 WIB.

“Karya Kepausan ini adalah karya bapak uskup, bukan karya siapa-siapa. Kalau ditingkat keuskupan, bapak Uskup dibantu oleh kongregasi-kongregasi yang ada di bawahnya, termasuk
kita para pembina,” ujarnya mengawali sosialisasi yang dihadiri kurang lebih 10 orang pembina.

KKI, ujar Pastor Martin, merupakan evangelisasi bangsa-bangsa yang dimana posisinya masih dalam satu rumpun dengan komisi kateketik yang dilandasi dengan semangat 2D 2K yakni doa, derma, kurban dan kesaksian.

“Maka melalui SEKAMI, kita harus mengajak anak-anak SEKAMI kita untuk lebih menghidupi semangat 2D 2K dalam pelayanannya setiap minggu. Olehkarena itu, anak-anak diminta untuk aktif dalam pelayanan nyata sebagai mesdinar dan juga aktif untuk melayani sesama secara nyata, misalnya dengan gerakan lain yang kebih bermanfaat bagi sesamanya,” ujarnya.

Dilanjutkan Pastor Martin, evangelisasi dibagi menjadi 4 bagian yakni Serikat kepausan Pengembangan Iman, Serikat kepausan Santo Petrus Rasul, Serikat kepausan Anak dan Remaja Misioner dan juga Serikat kepausan Imam, Religius dan Awam Misioner.

“Kita para pendamping ada didalam Serikat kepausan Anak dan Remaja Misioner atau SEKAMI yang memiliki misi membina pengembangan iman anak anak khususnya remaja karena pada umunya remaja merupakan anak-anak yang kurang mendapat pembinaan semenjak lepas dari Minggu Gembira. Mereka tak masuk ke Minggu Gembira karena malu disamakan dengan anak-anak dan juga tak masuk dalam perkumpulan Orang Muda Katolik karena belum cukup umur. Maka ini harus kita perhatikan dan dibina agar anak-anak kita tak salah arah,” tuturnya.

Pastor Martin juga menyarankan agar pembina SEKAMI di Paroki Katedral melakukan pendataan untuk mempermudah pembinaan anak-anak remaja sehingga sebagai pendamping mengetahui berapa jumlah anak yang wajib di bina setiap minggunya.

“Melalui pembinaan remaja, anak-anak remaja kita akan dilatih terus menerus,sehingga yang sudah terdampingi dan yang belum terdampingi sebagai mesdinar bisa kita evaluasi untuk dilakukan pembaharuan yang lebih baik.Dalam hal ini para pembina juga wajib melakukan evaluasi sehingga pesan pendampingan kepada anak-anak tersampaikan dengan metode yang selalu update mengikuti zaman,” ujarnya.

Ditegaskan Pastor Martin, sebagai seorang pembina juga wajib mengetahui motivasi sebagai pembina.

“Spiritnya sebagai pendamping apa, kalau kita sudah memiliki itu, kita akan terpanggil untuk masuk dalam melayani anak-anak dengan tulus dan berbaur dengan mereka,” tuturnya.

Pada akhir sesi, Pastor Martin mengajak para pendamping untuk dapat mendiskusikan lebih jauh mengenai misi SEKAMI untuk dapat diterapkan sebagai suatu gerakan yang dapat diterapkan bersama dan mendapat dukungan dari semua pihak termasuk para orangtua.

“Mari kita cari waktu yang lebih pas dan merenungkan dalam kaitan dalam SOMA untuk benar-benar mendalami misi gereja, misi KKI, misi gereja, misi Bapa, misi Putera dan misi Roh Kudus sehingga urgensi pastoral dapat terpecahkan bersama,” pungkasnya. (CW1)