Connect with us

Lifestyle

Wanita Ukraina Tak Minta Mahar Saat Dipinang Pria China

Published

on

Pernikahan beda negara He, pria China dan Inesa, Wanita Ukraina berlangsung dengan penuh kesederhanaan di Yangcheng, China pada Kamis (8/3/2018)

Yangcheng-GeoSiar.com, Pernikahan beda negara berlangsung dengan penuh kesederhanaan di Yangcheng, China pada Kamis (8/3/2018).

Dikutip dari Straits Times, pada Kamis (15/3/2018), pasangan tersebut menuai pujian dari banyak warga di kota asal pria yang bernama He Pengwei dan pengguna sosial media.

Pria asal China tersbeut mantap memutuskan untuk menikahi kekasihnya yang berasal dari Ukraina, Inesa tanpa mengeluarkan biaya yang besar.

Saat lamaran, He juga merasa terkejut karena calon isterinya sama sekali tak meminta mahar atau “bride price”.

Biasanya dalam budaya China, Bride price adalah uang yang dibayarkan keluarga pria kepada keluarga wanita, yang jumlahnya sesuai dengan permintaan calon pengantin perempuan.

Bride price bisa berupa uang atau harta benda, seperti mobil atau flat, yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Di Makassar, misalnya, bride price disebut “uang panaik” yang dikenal dengan mahar.

Dalam sebuah wawancara dengan portal berita China.com, ayah He, He Jianguo, mengaku bahwa menantunya yang berasala dari Ukraina tak meminta uang sepeserpun.

“Keluarga perempuan tak memintanya, dan tidak meminta kami untuk membelikannya rumah ataupun mobil,” ujar He Jianguo.

Ia juga mengaku bahwa puteranya hanya menggelar pesta pernikahan sederhana di China yang hanya butuh satu minggu untuk mempersiapkannya.

“Kerabat kami mengatakan, mereka tak pernah melihat calon pengantin laki-laki yang menikah semudah itu sebelumnya,” ujarnya.

He menceritakan awal pertemuannya dengan wanita pujaan hatinya, Inesa.

Awalnya mereka bertemu di Beijing, China.

Setelah pertemuan yang berkesan tersebut, keduanya pun mulai menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius.

Merekapun mulai berpacaran selama satu tahun dan akhirnya mantap untuk menikah.

Inesa mengaku tertarik dengan He karena keramahan dan kebaikanna yang belum pernah di jumpainya dalam diri pria lainnya.

Sementara He menyukai kekasihnya karena Inesa memiliki kepribadian yang riang dan santai.

Menurut South China Morning Post, He dan Inesa akan membangun bisnisnya di Yancheng dan akan berkunjung ke Ukraina dua tahun kemudian untuk menggelar pesta pernikahan ala Ukraina di sana.

Inesa yang pindah ke Beijing empat tahun lalu, mengaku terkesima dengan budaya China dan memutuskan untuk menikahi warga China.

Pasca menikah, Inesa juga mengaku mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari kedua mertuanya.

“Cuacanya enak dan orang-orangnya baik. Mertuaku memperlakukanku dengan sangat baik,” ujar dia.

He, juga mengaku sangat senang bisa memperjelas hubungannya dengan kekasih hatinya Inesa.

Dengan mempersunting Inesa, He merasa menjadi pria yang paling beruntung di dunia.

“Kami memiliki hubungan yang sangat baik. Meski terjadi perselisihan, kami sangat saling toleran. Aku sangat beruntung bertemu perempuan yang sangat baik,” pungkasnya. (Lpt6/r1)