Connect with us

Politik

Mahfud MD Mengaku Tak Punya Modal Untuk Maju Sebagai Cawapres

Published

on

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD

Jakarta-GeoSiar.com, Mahfud MD dipertimbangkan menjadi cawapres oleh Presiden Joko Widodo dan juga Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Nama Mahfud MD belakangan masuk di bursa cawapres, khususnya untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Mahfud pun mengakui ada jalinan komunikasi politik dengan parpol pengusung Jokowi.

Sementara itu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani juga menyatakan sosok Mahfud sebenarnya masuk di radar cawapres Prabowo saat di temui pada Kamis (15/3/2018).

“Pak Mahfud itu kan Ketua Alumni KAHMI. Dilirik, dilirik. Wong waktu gubernur saja dilirik, kita minta, ya dibincangkan. Kan kita belum sempat bicara. Dibincangkan,” ujar Muzani, Kamis

Meski tak membantah, Mahfud mengatakan pembicaraan dengan parpol-parpol itu sekadar gurauan.

“Iya benar (dilirik, ada komunikasi). Itu kan sudah tidak bisa dibantah. Dirahasiakan kan nggak bisa, kan sudah ada di koran semua, partainya sudah masing-masing menyebut nama saya,” ujar Mahfud saat dimintai keterangan, pada Jumat (16/3/2018).

Namun meskipun demikian, menurut Mahfud, ia belum bisa memberikan keputusan apapun terkait tawaran tersebut.

“Tetapi sekali lagi, tidak ada keputusan apapun. Itu hanya bergurau saja saling melempar bola,” sambungnya.

Mahfud juga masih enggan menjawab kesediaannya menjadi cawapres di Pilpres 2019.

Menurut Mahfud, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh seorang cawapres yakni popularitas, elektabilitas, akseptabilitas, dan modal uang.

Terkait keempat syarat yang dipaparkannya, Mahfud mengaku belum punya modal logistik yang cukup untuk maju ke gelanggang pilpres.

Olehkarena itu, Mahfud menyerahkan semua keputusan ke tangan partai-partai.

“Menjadi calon presiden atau cawapres itu kan biasa ada popularitas, akseptabilitas diterima oleh semua kalangan, lalu elektabilitas tingkat keterpilihan. Kemudian ada lagi satu yang sering menjadi guyonan itu isi tas (uang). Nah, saya nggak punya isi tas,” tuturnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut mengaku tak punya dana yang cukup besar untuk maju sebagai calon orang nomor dua di negeri ini dan menyerahkan semuanya kepada partai.

“Tapi kalau nggak masalah, silakan saja. Saya nggak akan ikut campur,” pungkasnya. (dtk/r1)