Connect with us

Pilkada 2018

Dinyatakan Gagal oleh KPU, JR Saragih Malah Ditetapkan Sebagai Tersangka

Published

on

Pasangan JR Saragih dan Ance

Jakarta-GeoSiar.com, Direktur Kriminal Umum Polda Sumatera Utara Kombes Pol Andi Rian mengatakan, Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara, JR Saragih ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan dokumen saat mendaftar di Komisi Pemilihan Umum.

Politisi Partai Demokrat ini ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemalsuan legalisasi ijazah.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membenarkan informasi tersebut.

“Iya betul,” ujar Setyo saat dikonfirmasi, pada Kamis (15/3/2018) malam.

JR Saragih diduga melanggar UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 184 atas pemalsuan data yang dilakukannya.

“Penyidikan dimulai dari pernyataan bahwa dinas pendidikan DKI yang mengeluarkan legalisasi dan tanda tangan, akhirnya diketahui dokumen tersebut palsu. JR Saragih melanggar UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 184 tentang Pemilihan Kepala Daerah, ancaman hukumannya enam tahun penjara,” tutur Andi, pada Kamis malam.

Penindakan hukum tersebut dilakukan sentra gakkumdu yang terdiri dari unsur kepolisian, kejaksaan, dan pengawas pemilu.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya akan menghentikan sementara proses hukum terhadap calon kepala daerah, namun, Setyo mengatakan, proses hukum terhadap JR Saragih dinilai tak bertentangan dengan tindakan Polri.

“Kan ini masuk dalam tindak pidana pemilu. Maka tidak masalah diproses,” kata Setyo.

Menurut Setyo, ada pengecualian menahan proses hukum terhadap calon kepala daerah, yakni terkait kasus pelanggaran pemilu dan operasi tangkap tangan.

Menurutnya, JR Saragih belum resmi ditetapkan sebagai calon kepala daerah sehingga proses hukum bisa berjalan dengan baik.

JR dinyatakan gagal sebagai peserta Pilkada Sumatera Utara karena diduga legalisasi ijazahnya palsu oleh KPU.

Sebelumnya, Ketua KPUD Sumut Mulia Banurea mengatakan, JR Saragih tak melengkapi fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir.

Berdasarkan peraturan yang ada, JR Saragih tak bisa ditetapkan sebagai pasangan calon.

Tak puas dengan keputusan tersebut, JR Saragih segera melakukan gugatan ke Bawaslu.

Bawaslu Sumatera Utara pun mengabulkan permohonan JR Saragih atas gugatan terhadap KPU Provinsi Sumatera Utara terkait legalisasi fotokopi ijazah SMA itu.

Meskipun demikian, KPU tetap menyatakan bahwa pasangan Saragih-Ance Selian berstatus tidak memenuhi syarat (TMS) untuk bertarung dalam Pilkada pada Juni mendatang.

Putusan tersebut hanya meminta meminta JR Saragih melegalisasi ijazahnya kembali ke Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat.

Dengan dijadikannya JR Saragih sebagai tersangka kasus dugaan legalisasi ijazah palsu, peluang JR Saragih bersama pasangannya Ance Selian semakin kecil untuk maju dalam pertarungan Pilkada. (Kps/r1)