Connect with us

Kriminal

TKW Asal Perbaungan Tewas Terbunuh dalam Lemari Pakaian

Published

on

Korban pembunuhan, Santi Restauli boru Simbolon

Malaysia-GeoSiar.com, Kasus pembunuhan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Perbaungan, Kabupaten Sergai kembali terjadi di Paya Terubong, George Town, Malaysia.

Korban, Santi Restauli boru Simbolon ditemukan membusuk oleh dua pria warga Negara Nepal, yang merupakan tetangga Santi Restauli.

Kedua pria asal Nepal tersebut awalnya mencium bau busuk yang sangat menusuk dari dalam rumah korban. Mereka akhirnya mencoba mencaritahu keadaan di dalam rumah korban yang sudah 3 hari tak keluar rumah.

Setelah di cek, ternyata bau yang menyengat hidung itu berasal dari rumah atau kamar korban.

Setelah di cek ke dalam rumah korban, Selasa (13/3) malam sekitar pukul 22.00 waktu setempat, keduanya sangat terkejut ketika menemukan sesosok mayat wanita yang merupakan penghuni rumah tersebut telah tewas mengenaskan di dalam sebuah lemari.

Warga di dekitar kompleks rumah tersebut segera berhamburan keluar untuk melihat secara langsung kejadian tersebut.

Warga kemudian segera memberikan laporan pada polisi setempat untuk segera mengevakuasi korban dan mengadakan penyelidikan lebih lanjut.

Kepala kepolisian daerah Timur Laut, ACP Anuar Omar, kepada wartawan menyampaikan, sosok wanita tersebut dikenali sebagai Santi Restauli boru Simbolon.

Menurut Omar, Santi Restauli boru Simbolon sudah meninggal dunia sejak tiga hari sebelum ditemukan.

Hasil olah tempat perkara sementara, pihak polisi mengaku Santi Restauli diduga dibunuh oleh teman prianya (pacar), Sandip Gurung warga Nepal.

Dugaan sementara terkait motif pembunuhan keji itu adalah karena masalah cemburu.

Sementara itu, hasil penyelidikan awal tidak ditemukan luka serius dibagian luar tubuh korban.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Pulau Pinang Hospital untuk dilakukan visum.

Menurut tetangga korban, Sandip Gurungu yang merupakan pacar korban sebelumnya pernah beberapa kali datang ke rumah korban untuk berkunjung.

Namun pasca meninggalnya korban yang masih berusia 25 tahun tersebut, pria 27 tahun itu telah menghilang dan diduga melarikan diri untuk menghilangkan jejak.

Bahkan informasi dari pihak kepolisian, terduga pelaku terakhir terlihat di rumah itu pada Sabtu lalu.

Polisi mengaku pihaknya hingga kini sedang melakukan penyelidikan dan pengusutan untuk memburu pelaku. (Smtps/r1)

Kriminal

Kerap BAB, Bayi Tewas Ditikam Ayah Tiri

Published

on

Konferensi pers ayah tiri bunuh balita berumur 3 tahun di Polres Malang Kota, Jum'at pagi (1/10). [Foto : irham thoriq/tugumalang.id]

Geosiar.com, Malang – Polres Malang Kota mengungkap motif pembunuhan bayi 3 tahun bernama Agnes Arnelita yang dilakukan oleh ayah tirinya Ery Age Anwar (36) warga Tlogowaru, Kota Malang, pada Rabu (30/10) lalu.

“Berdasarkan hasil penyidikan dan hasil autopsi, akhirnya yang bersangkutan mengakui sudah menganiaya AA (Agnes Arnelita) hingga yang bersangkutan meninggal dunia,” ujar Dony Alexander dalam konferensi pers, Jumat (1/11/2019).

Adapun motif pembunuhan tersebut, lanjut Dony, lantaran korban kerap buang air besar (BAB) di dalam celana sehingga membuat tersangka pitam dan tega menganiaya hingga tewas.

“Karena sering buang air besar, dan puncaknya hari Rabu (30/10) lalu, tersangka kesal dan akhirnya melakukan penganiayaan,” jelasnya.

Sebelumnya, tersangka sempat memberikan keterangan palsu yang menyebut jika korban meninggal dunia karena jatuh di kamar mandi.

“Dari keterangan ayah tiri katanya korban tenggelam, menggigil, tapi tidak ditemukan adanya air. Di kakinya juga ada luka bakar, namun masih dalam proses penyelidikan penyebab pastinya,” ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander, Kamis (31/10) di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA).

Setelah dilakukan autopsi di RS dr Saiful Anwar, korban diduga kuat tewas akibat penganiayaan karena terdapat sejumlah lebam di punggung, luka bakar di bagian kaki, hingga pendarahan di bagian perut.

Continue Reading

Kriminal

Baru Sebulan Menikah, Suami Tega Bakar Istri

Published

on

Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan identifikasi di TKP suami bakar istri. (Foto: kumparan.com)

Geosiar.com, Surabaya – Seorang pria bernama Purwanto (35) tega membakar istrinya, Putri (25) di sebuah kamar kos, Jalan Ketintang Baru IIA No. 3A, Surabaya, Selasa (15/10/2019). Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian, korban datang ke kamar kos bersama ibu dan anak perempuannya untuk mengemasi barang. Setibanya di kamar kos, korban terlibat cekcok dengan suaminya. Sementara ibu dan anaknya menunggu di luar kos.

“Kemarin dia pulang nggak pamit, terus datang sama ibunya, mau ngemasi barang pulang,” ujar salah satu penjaga rumah kos, Heri Suwardoyo, saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut penuturan Heri, ibu korban berada di luar untuk menelepon travel yang akan mengangkut barang dan mengantar mereka pulang. Sementara korban dan suaminya diduga terlibat cekcok mulut dalam kamar.

“Kamarnya terbakar, korban (Putri) keluar dengan wajah, badan, tangan bekas luka bakar,” jelas Heri.

Korban yang mengalami luka bakar langsung dibawa ke RSI Wonokromo dengan menggunakan becak. Akibat peristiwa itu, tempat tidur berupa kasur springbed ludes terbakar.

“Yang laki (Purwanto) kabur makai motor saya. Informasinya keduanya baru nikah satu setengah bulan,” pungkas Heri.

Melihat kobaran api, Heri pun spontan menuju kamar korban berupaya memadamkan api dengan bantuan beberapa driver ojek online yang sedang melintas sembari menunggu pemadaman kebakaran.

Mendapat laporan, Tim Inafis Polrestabes Surabaya pun langsung turun ke TKP untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. Kasus dugaan percobaan pembunuhan ini masih dalam penyelidikan polisi.

Sementara itu, Wakapolsek Gayungan AKP Widiantoro mengatakan untuk sementara motif masih didalami. “Yang terjadi diduga kebakaran. Motif dan lainnya masih didalami,” ujar Widiantoro.

Continue Reading

Daerah

Duda dan Janda Ditemukan Tewas di Bojonegoro

Published

on

Geosiar.com, Bojonegoro – Mayat pria dan wanita ditemukan di dalam satu rumah Desa Sidomulyo, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (17/9/2019). Keduanya bukan pasangan suami istri, namun sama-sama berstatus pernah menikah.

Berdasarkan informasi yang didapat, korban atas nama Waidi (53) dan Sriatun (41). Mereka ditemukan tewas di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab kematiannya secara pasti, namun diduga akibat menenggak minuman keras (miras).

Di lokasi penemuan mayat, polisi menemukan bekas miras, minuman soda di botol plastik serta dua butir obat sakit kepala. Waidi yang berstatus sebagai duda dan Sriatun merupakan janda, diduga sedang sama-sama mengonsumsi miras oplosan sebelum menjalin asmara.

Kedua jenazah telah dimakamkan pada Selasa sore. Akan tetapi untuk memastikan penyebab kematiannya polisi melakukan membongkar kuburan mereka, dan melakukan autopsi di lokasi pemakaman pada Rabu (18/9/2019) dini hari.

Sementara hasil autopsi dikirim ke Labfor Polda Jatim.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com