Connect with us

Uncategorized

Marion Jola Pulang, Sang Ayah Tulis Curahan Hatinya pada Sosial Media

Published

on

Marion Jola bersama dengan Ayah dan Ibunya serta kedua adiknya

Jakarta-GeoSiar.com, Menyaksikan puterinya tersingkir, ayah dari Marion Jola memberikan kalimat panjang lewat akun facebooknya. Sebagai seorang ayah yang ingin membangkitkan kembali semangat puterinya, demikian halnya yang dilakukan oleh ayah Marion Jola, Ari Umbu.

Penampilan puterinya di Top 6 Indonesian Idol Senin malam (12/3/2018),merupakan panggung terakhirnya di babak spektakuler acara yang di tayangkan di RCTI.

Meskipun baginya penampilan puterinya sangat lihai dan memesona, ternyata yang menentukan puterinya bertahan adalah polling sms bukan hanya keputusan para juri.

Berdasarkan pendapat dari para juri, Marion Jola yang akrab disapa Lala ini tampil dengan sangat memukau, namun semua bukan bergantung juri.

Para penggemar Marion, Lavers sangat kecewa dengan kepulangan Marion yang dinilai tak layak untuk pulang.

Mereka ingin Marion tetap melanjutkan perjuangannya di Indonesian Idol.

Tapi keputusan sudah diambil dan pendukung Marion hanya bisa berharap yang terbaik untuk masa depan Marion.

Sebelum Marion terdepak dari Indonesian Idol, Ari Umbu mengunggah sebuah tulisan ke Facebook Senin (12/3/2018) sore.

Sang ayah mengungkapkan perasaan yang dialami Marion Jola selama karantina.

Ayahnya bahkan membocorkan beberapa hal yang terjadi di balik panggung Indonesian Idol.

Langsung aja kita telisik di sini:

“COMPREHEND WHAT LIES BETWEEN THE LINES”

“Dunia ini panggung sandiwara kata AHMAD ALBAR.”

“Semua hal sudah ada yang menentukan.”

“Tugas kita manusia hanya menjalankan peran yang diberikan oleh sang sutradara dengan sebaik baiknya.”

“Pada tulisan yang paling awal dulu saya pernah mengatakan bahwa apa yang dialami MARION adalah kehendak Tuhan.”

“Sampai dengan 6 besar ini di luar rencana.”

“Kami sempat berkomunikasi dengan Admin Lavers yang dekat dengan Marion dan juga sempat berhubungan langsung dengan dia.”

Menurut sang ayah, puteri pertamanya, Marion, mengalami kejenuhan dan capek baik secara fisik dan mental. Ari mengungkapkan bahwa puterinya jarang beristirahat karena proses karantina sangat padat kegiatan dan hampir setiap hari seluruh peserta tidur diatas jam 12 malam.

“Selain homesickness juga mempengaruhi.”

“Lavers yang memang betul-betul mencintai Marion sempat mengusulkan agar Marion tidak usah ‘ngoyo’ dan kalaupun terhenti tidak apa-apa.”

“Kami berkesimpulan menyerahkan semua pada pendukung kalau memang mereka menginginkan Marion tetap melaju tergantung mereka.”

“Ada Lavers dari Bau-bau yang beberapa hari lalu menyerahkan uang sejumlah Rp 5 jt kepada Admin LAVERS utk dipakai vote Marion.”

“Ada juga yang secara pribadi-pribadi menyerahkan uang dengan jumlah yang beragam untuk mem-vote Marion walaupun ada yang dengan syarat harus bertemu langsung dan foto bersama.”

“Kami tahu aliran dukungan makin deras tapi persaingan juga makin keras.”

“Ada berbagai kepentingan di dalamnya termasuk yang punya acara.”

“Oleh karena itu kami dengan hati yang sukacita berusaha membaca apa kira-kira maksud sang MANAJER BESAR dan kami hanya berusaha memerankan peranan yang diberikan dengan sebaik baiknya.”

Ari bangga dengan perjuangan sang puteri yang bisa bertahan sampai 6 besar dan sudah di kenal di seluruh Indonesia.

“MARION sudah menjadi milik banyak orang kami tahu dan dia hanya menjalankan apa yang menjadi kewajibannya dengan segala kemampuannya.”

“Semua yang dia alami sekarang adalah pilihannya sendiri jadi THE PAIN and THE GAIN sah dimata hukum menjadi tanggungan dan juga haknya.”

Ari juga menegaskan kepada puterinya tersebut untuk tetap mengandalkan Tuhan diatas segala-galanya untuk dapat bertahan dalam menjalani peran di dunia ini.

“Dia pernah mengatakan bahwa orangtuanya mengajarkan kepadanya untuk berusaha keras memahami maksud Tuhan karena dengan memahami maksud Tuhan ada kepastian dan ada pertolongan.”

“Kita masih mencari tahu WHAT LIES BETWEEN THE LINES”

Ari Umbu mengakhiri tulisannya untuk memberikan pengertian kepada puterinya dan kepada publik bahwa keluarganya bersyukur dengan segala proses yang dilewati oleh puterinya. (trb/r1)