Connect with us

Sumut

Kapolres Batubara Tetap Minta Dukungan Berantas Narkoba

Published

on

Kapolres Batubara AKBP Dedy Indrianto SIK

Medan-Gelosiar.com, Kapolres Batubara AKBP Dedy Indrianto SIK mengakui bahwa wilayah hukum Batubara masuk dalam wilayah rawan peredaran narkoba.

Bahkan, menurut Dedy, dugaan pasokan narkoba masuk ke Sumut lewat Selat Malaka menuju Pelabuhan Tikus Pantai Timur menjadi fokus perhatiannya di wilayah Polda Sumut ini.

Kendati pihak Polres Batubara belum pernah menangkap basah tersangka bandar narkoba di Pelabuhan Tikus Pantai Timur, polres muda ini tetap konsen dalam menelusuri dan memutus mata rantai barang haram itu.

Pihaknya juga melakukan upaya preventif untuk meminimalisir pengedaran narkoba.

“Alhamdulillah Polres Batubara sudah luar biasa Lalks giat preventif dan represif. Preventif ceramah Jumat keliling dan Ahad keliling ke gereja. Selebaran konvensional dan medsos, police go to school,” ujar Dedy Indrianto kepada wartawan, Kamis (25/3/2018) lewat Whatshapp

Selain itu, tambah Dedy, pihaknya refresif dengan merespon laporan masyarakat terhadap pelaku pengedaran Narkoba.

Jerih payah yang dilakukan anggotanya membuktikan penangkapan Intel Polres dan Polsek menjadikan Polres Batubara rangking 5 soal penangkapan narkoba.

Menurut Dedy, kendala yang dialami pihak Polres Batubara dalam menjalankan operasi yakni kecilnya anggaran operasi mandiri narkoba yang hanya diprogram setahun sekali.

Sama halnya anggaran penyidikan yang dibatasi hanya 100 kasus dalam setahun.

Minimnya peralatan juga menjadi kendala dalam melakukan operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh pihaknya.

Menurut Dedy, dalam mengembangkan penangkapan jaringan narkoba,  diperlukan alat deteksi HP untuk membongkar komunikasi pelaku.

Kendala lainnya yakni belum terbentuknya satuan Polisi Air di Polres Batubara untuk melakukan operasi di laut.

Polisi air juga perlu dilengkapi dengan kapal patroli sehingga mampu mengamankan daerah pelabuhan pantai timur.

Kapolres dengan pangkat dua melati ini masih menyesalkan, banyak pihak perusahaan dan pelaku usaha di Batubara namun belum bersedia melakukan bantuan kerjasama (CSR) untuk penanggulangan narkoba.

Dedy juga berharap ke depannya agar semua kalangan baik masyarakat,  perusahaan dan pelaku usaha lainnya berkenan melakukan kerjasama untuk memberantas Narkoba. (lamru)