Connect with us

Dunia

Stephen Hawking Tutup Usia, Kisah Cintanya Tetap Abadi

Published

on

Hawking tutup usia 76 tahun pada Rabu (14/3/2018)

Jakarta-GeoSiar.com, Salah satu ilmuan yang paling berpengaruh di dunia, Stephen Hawking tutup usia pada Rabu (14/3/2018).

Meski dalam urusan cinta, ia memiliki perjalanan yang cukup getir.

Sejak kisahnya diabadikan ke dalam film The Theory of Everything, semakin banyak orang yang tahu tentang perjalanan cintanya.

Hawking jatuh cinta dengan Jane Wilde tak lama setelah ia didiagnosis penyakit motor neuron.

Jane Wilde adalah teman dari saudara perempuannya.

Mereka kemudian bertunangan pada Oktober 1964 dan menikah pada 14 Juli 1965.
Pada tahun pertama pernikahan mereka, Jane tinggal di London untuk menyelesaikan kuliahnya.

Mereka juga beberapa kali melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk konferensi yang berkaitan dengan pekerjaan Hawking.

Menikah selama 25 tahun, rumah tangga mereka bukan tak lepas dari masalah.
Ditengah menjalani biduk rumah tangganya, kondisi kesehatan Stephen Hawking memburuk sehingga isterinya, Jane harus bekerja keras untuk merawatnya.

Kehadiran tiga anaknya juga semakin menambah beban Jane karena biaya hidup yang harus ditanggungnya betambah. Jane berjuang seorang diri dalam membesarkan ketiga anaknya, selama Hawking sakit.

Namun meskipun terbeban akan biaya kehidupan yang sangat besar, kehadiran ketiga anaknya merupakan faktor yang menguatkan Jane saat hidup sudah semakin berat untuknya.

Sauatu ketika, Jane berniat ingin bunuh diri karena masalah rumah tangganya yang sangat berat.

Mengurus Stephen Hawking dengan penyakit motor neuron tidaklah mudah, apalagi ia melakukannya sendirian.

“Kadang-kadang hidup ini sangat berat, saya merasa lelah fisik maupun mental dan ingin menjatuhkan diri ke sungai, meski tentu saja saya tidak melakukannya karena anak-anak,” ujar Jane dalam sebuah wawancara dengan Telegraph.

Kelelahan Jane meredupkan api cinta di rumah tangga Hawking.

Pada akhir tahun 1980an, Hawking cukup dekat dengan salah satu perawatnya Elaine Mason dan mengatakan kepada Jane bahwa ia ingin menikahi Elaine.

Hawking dan Jane resmi bercerai pada 1995. Pada September tahun yang sama, Hawking menikahi Elaine.

Hawking sempat mengatakan bahwa akhirnya ia menikah dengan wanita yang dicintainya.

Namun beberapa tahun setelah pernikahannya dengan Elaine, Hawking justru menerima kekerasan. Anaknya melaporkan bahwa Hawking pernah dipermalukan tidak diberikan akses untuk botol urine sehingga buang air kecil secara tidak pantas.

Hawking juga pernah di tinggalkan oleh isteri keduanya di taman sehingga mengalami luka bakar matahari yang cukup parah.

Meski demikian, Hawking menolak untuk komplain saat polisi menyelidiki kasusnya.
Tak tahan dengan kondisi rumah tangganya, Hawking kemudian bercerai dengan isteri keduanya pada 2006.

Keduanya bercerai secara diam-diam tanpa diketahui kerabat dekatnya.

Usai perceraiannya dengan Eliane, Hawking kembali dekat dengan isteri pertamanya Jane, anak-anaknya, dan cucunya.

Jane mengabadikan masa bahagia ini dalam bukunya yang sudah direvisi berjudul Travelling to Infinity: My Life with Stephen.

Buku itu kemudian dijadikan film The Theory of Everything pada 2014. (Lpt6/r1)