Connect with us

Selebritis

Kartika Putri Ungkapkan Kesedihannya Pasca Pemeriksaan di Bandara

Published

on

Kartika Putri mengenakan hijab(kiri), sebelum berhijab (kanan)

Jakarta-GeoSiar.com, Aktris cantik Kartika Putri telah mengubah penampilannya dengan permanen. Bagaimana tidak, artis cantik yang mengawali karirnya sebagai presenter olahraga dan berita ini mantap memutuskan untuk berhijab.

Kartika memilih untuk hijrah dan mengenakan balutan hijab untuk menutupi kepalanya dan menjaga tubuhnya sebagai seorang wanita muslimah.

Belum lama hijrah, Kartika sudah harus mengalami berbagai macam ujian dan cobaan di sekitarnya.

Salah satu yang terbaru adalah ketika dirinya merasa diintimidasi oleh para kru di bandara saat hendak bepergian.

Lewat akun Instagram, wanita yang masih lajang ini mencurahkan isi hatinya.

“Assalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pengalaman aku hari Ini sangat berharga untuk aku dan mungkin kita semua. Jadi hari ini aku dapat kiriman endorse, yaitu berupa syari dan niqab,” tulisnya mengawali.

Setelah berfoto, Kartika mengaku sedang terburu-buru untuk berangkat ke bandara dengan menggunakan jasa taxi online.

Kartika mengaku tak ada seorangpun yang bisa mengantarkannya ke Bandara.

Dalam perjalanan, Kartika memutuskan untuk segera mengenakan kiriman yang baru saja diterimanya yakni syari dan niqab.

“Jadi aku pake deh niqabnya biar nyaman dan aman aja,” ujarnya.

Saat tiba di bandara, Kartika masih tetap memakai niqabnya karena mengaku nyaman dengan penampilannya.

“Nyaman aja,” tulisnya lagi.

Namun kenyamanan yang dimadsud tak berjalan sesuai rencana, Kartika mengaku mendapatkan perlakukan yang kurang mengenakkan dari para petugas bandara apalagi security.

“Tapi sedih dan miris sekali karena sampai di bandara saya masuk, di security check Lolos karena tidak ada bunyi, tapi koper saya diperiksa secara random,” tulisnya.

Kartika mengaku setiap bepergian, ia selalu membawa koper kecil yang kosong untuk membawa serta bukunya. Petugas bandara masih melakukan pemeriksaan yang ketat padanya.

“Saya bilang, ‘Apa karena saya pakai cadar?’ (masih tenang) dan mereka cuma bilang, ‘Random aja’. Dan saya buka, tetapi pandangan mereka sangat tidak ‘nice’. Dan tidak sampai di situ, di pemeriksaan kedua, terjadi hal yang sama, bahkan diperiksa tubuhnya (oleh petugas wanita memang) padahal saya lolos sensor. Lagi dan lagi koper dan mereka meminta boarding pass padahal sudah diperiksa 1 kali di depan,” curhat Kartika pada caption foto postingannya.

Insiden ini membuat Kartika semakin tertantang untuk menjalani pilihannya dalam berhijrah.

Bintang film NENEK GAYUNG itu ingin memerangi ketidak-adilan, terutama yang dirasakan oleh para wanita muslim yang mengenakan niqab.

“Ya Allah mengapa aku merasa diintimidasi dengan niqab ini? Apa salahnya jika muslimah menggunakan niqab? Demi Allah memang lebih nyaman (tidak menjadi pusat perhatian laki-laki) dan merasa aman. Tapi kenapa di sini yang notabene kebanyakan orang muslim tapi tidak bisa berlaku adil dan menerima dengan baik kepada muslimah yang menggunakan niqab? Saya jadi makin tertantang untuk menggunakan niqab di tempat umum lainnya untuk lebih tau bagaimana reaksi sekeliling,” sambungnya.

Wanita asal Palembang itu juga berharap orang disekitarnya dapat menerimanya yang mengenakan niqab.

“Hmm ingat ya, kami muslimah yang menggunakan niqab juga mempunyai hati dan perasaan, jadi perlalukanlah sebagaimana mestinya, tanpa diintimidasi,” tulisnya.

Kartika mengaku sedih dengan perlakukan yang membuatnya merasa mendapatkan perlakuan yang berbeda meskipun sudah beberapa kali menginjakkan kaki di bandara.

“Masih syock dan sedih, Saya paham akan SOP dan ini bukan pertama saya ke bandara hehe, tapi jelas perbedaannya. Saya hanya mengutarakan apa yang saya alami agar lebih baik ke depannya,” tulisnya lagi.

Kartika berharap keputusannya dan juga wanita muslimah lainnya dalam menutup aurat tak di pandang sebelah mata oleh masyarakat sekitar, melainkan mendapatkan dukungan, penerimaan dan perlakuan yang baik.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang memperjuangkan hak yang sama sebagai warga negara tanpa membeda-bedakan suku, ras dan agama,” pungkasnya.(Kplg/r1)