Connect with us

Nasional

PNS Laki-Laki Dapat Cuti Dampingi Isteri Melahirkan

Published

on

Pegawai Negeri Sipil (PNS) diberikan cuti untuk menjaga isteri yang melahirkan maksimal 1 bulan

Jakarta-GeoSiar.com, Pemerintah memberlakukan peraturan baru untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) pria terkait izin cuti untuk mendampingi istrinya yang sedang melahirkan.

Bagi laki-laki PNS yang isterinya sedang lahiran diberikan izin selama 1 bulan.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menilai kebijakan ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah yang memberikan kesempatan yang sama kepada PNS laki-laki dalam mengurus keluarga.

“Dalam Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 disebutkan CAP bagi PNS laki-laki yang mendampingi istri bersalin tersebut tidak memotong cuti tahunan dan selama menggunakan hak atas cuti karena alasan penting, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan PNS,” tutur Moh. Ridwan.

Dilansir situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Senin (12/3/2018) kebijakan tersebut tertuang dalam peraturan Kepala (Perka) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti PNS mengenai tata cara pemberian cuti berdasarkan jenis cuti, diantaranya adalah cuti alasan penting (CAP).

Dalam lampiran Perka BKN Nomor 24 Tahun 2017 poin IIE Nomor 3 disebutkan, PNS laki-laki yang istrinya melahirkan baik normal maupun melalui operasi sesar dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan.

“Lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti paling lama 1 (satu) bulan,” tulis poin IIE Nomor 6 Lampiran Perka BKN itu.

Diakui Ridwan, bahwa secara umum pemberian cuti melahirkan bagi pekerja laki-laki di Indonesia belum diatur dalam aturan khusus, dan jikapun terdapat perusahaan swasta yang memberlakukan kebijakan tersebut, jangka waktu cuti yang diberikan beragam.

“Sebagai contoh, dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 93 Ayat (4) huruf e diatur bahwa pekerja laki-laki di Indonesia memperoleh hak cuti mendampingi istri melahirkan hanya selama 2 (dua) hari,” ungkap Ridwan.

Sementara itu kebijakan cuti melahirkan bagi PNS laki-laki melalui CAP yang diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 disebutkan bahwa lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti paling lama 1 (satu) bulan.(uzn/r1)