Connect with us

Nasional

Ketua LP3KD Katolik Sumut Hadiri Rakornas di Bali

Published

on

Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik Daerah (LP3KD) Katolik Sumatera Utara, Drs Hendrik H Sitompul MM menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Bali pada Sabtu (10/3/2018)

Bali-GeoSiar.com, Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik Daerah (LP3KD) Katolik Sumatera Utara, Drs Hendrik H Sitompul MM menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Bali pada Sabtu (10/3/2018).

Rakornas ini diikuti sekitar 350 peserta dari seluruh pengurus LP3KD dari Sabang sampai Papua.

Hendrik menuturkan bahwa Rakornas yang difasilitasi oleh Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik (Dirtjen Bimas Katolik) Rakornas ini akan berlangsung selama 5 hari yang dimulai dari Sabtu (10/3) dan berakhir Rabu (14/3).

Sejumlah pejabat dari Pemerintah Pusat, Gubernur dan Bupati juga hadir untuk mendiskusikan penguatan organisasi LP3KN untuk lima tahun ke depan, persiapan PESPARANI I untuk melangsungkan tahapan-tahapan seleksi pada tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi masing-masing.

Kegiatan ini, menurut Hendrik juga didukung sepenuhnya oleh berbagai unsur tokoh masyarakat Katolik di seluruh Indonesia.

Terkait kegiatan ini, Hendrik menuturkan bahwa Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin telah mengeluarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 998/Tahun 2017 tentang PENGURUS DAN BAGAN STRUKTUR ORGANISASI LEMBAGA PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PESTA PADUAN SUARA GEREJANI KATOLIK NASIONAL (LP3KN) PERIODE TAHUN 2017-2022.

Kepengurusan ini juga telah dikukuhkan oleh Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada Minggu (10/2/2018) yang merupakan gabungan unsur Pemerintah, Pimpinan ormas-ormas Katolik, Tokoh Umat serta perwakilan Konferensi Waligereja Indonesia.

Ketua Umum PESPARANI Sumut ini menjelaskan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Utara, Tengku Ery Nuradi yang telah ditetapkan di Medan pada Selasa (27/2/2018) lalu, akan bertindak sebagai badan pengurus untuk Sumut dalam periode kepengurusan 2018-2023.

Hendrik mengaku pihaknya telah merancang berbagai persiapan untuk mengikuti pertandingan tingkat nasional yang akan dihadiri lebih dari delapan ribu peserta yang tergabung dalam kontingen masing-masing daerah dari seluruh Indonesia pada PESPARANI I di Ambon, Maluku pada 14-20 Oktober 2018 mendatang.

Menurut Hendrik, dibentuknya LP3KN sendiri tidak hanya sekedar membidangi paduan suara, melainkan menangani berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat bangsa Indonesia umumnya dan Umat Katolik khususnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat LP3KN Muliawan Margadana menyampaikan bahwa LP3KN ini sebagai bagian tidak terpisahkan dari masyarakat.

“Kami sampaikan juga bahwa PESPARANI merupakan persembahan umat Katolik Indonesia untuk memberikan sumbangsih terbaiknya bagi pembinaan dan pengembangan sosial budaya dan tradisi, kian mempererat tali persaudaraan anak-anak bangsa, memupuk keberagaman dan kebhinekaan guna mencapai tujuan nasional,” tuturnya.

Menurut Muliawan, kegiatan ini memiliki nilai-nilai strategis untuk memperkokoh semangat, persaudaraan, keberagaman, dan kebhinekaan kita. Umat Katolik membawa warna tersendiri dalam kehidupan berbangsa dan benegara sebagaimana juga menjadi harapan semua elemen masyarakat lain, yang mencita-citakan Indonesia yang makin maju, makin damai, dan bermartabat.(jndlnsl/r1)