Connect with us

Dunia

Bantuan Tak Kunjung Datang, PBB Keluarkan Peringatan Kelaparan Untuk 2 Juta Anak

Published

on

Masyarakat Republik Demokratik Kongo (DRC)

Kongo-GeoSiar.com, PBB mengeluarkan peringatan kelaparan untuk dua juta anak di Republik Demokratik Kongo (DRC) jelang pertemuan antara Mark Lowcock, kepala kemanusiaan PBB dan donor potensial yang bersedia memberikan dana bantuan untuk membantu negara tersebut.

PBB mengungkapkan bahwa saat ini banyak anak yang berisiko kelaparan jika mereka tidak kunjung menerima bantuan yang mereka butuhkan.

“Kami memiliki tanggung jawab yang besar di DRC. Sekarang adalah waktu untuk tetap mengikuti kursus,” kata Jens Laerke, juru bicara PBB, mengatakan dalam sebuah briefing di Jenewa seperti dimuat Al Jazeera.

Alasan utama terjadinya gejolak di negara Afrika Tengah itu tak lain adalah terjadinya kekerasan antar etnik dan protes terhadap Presiden Joseph Kabila.

Akhir pekan lalu setidaknya ada 79 orang tewas saat pertempuran terjadi antara penggembala Hema dan petani Lendu di provinsi Ituri utara.

Perselisihan etnis antara Hema dan Lendu dimulai pada tahun 1970an.

Masyarakat terlibat dalam konflik bersenjata dan bersenjata antara tahun 1998 dan 2003, di mana puluhan ribu orang terbunuh.

Dalam beberapa tahun terakhir, kedua kelompok telah mempertahankan konflik tingkat rendah, dengan kekerasan yang kadang-kadang terjadi dalam kekerasan.

Karena konflik tersebut, petani tidak dapat menanam tanaman selama beberapa tahun, dan menyebabkan tingginya tingkat kekurangan gizi.

Provinsi lain juga melihat kekerasan, terutama Kasai dan Tanganyika, di mana ratusan ribu orang berisiko. (rml/r1)