Connect with us

Lifestyle

Unik, Pakaian Ala Kantoran Pedagang Bakso Keliling

Published

on

Rinto, pedagang bakso keliling berjualan dengan menggunakan jas dan dasinya serta sepatu hitam pantofel yang disemir mengkilat

Jakarta-GeoSiar.com, Seorang penjual bakso keliling di Kota Makassar suskes mencuri perhatian para pembeli yang dilitasinya setiap hari.

Bagaimana tidak, pedagang bakso keliling yang bernama Rinto Daeng Sitaba (32) ini berjualan bakso dengan mengenakan pakaian ala kantoran lengkap dengan jas dan dasinya serta sepatu hitam pantofel yang disemir mengkilat.

Denagn gaya kantorannya, pria ini mendorong gerobak dalam menjajakan bakso kepada para pelanggannya.

Pria yang merupakan warga Jalan Tanggul Patompo ini mengaku selalu berpenampilan bersih untuk memberikan pelayanan maksimal bagi setiap pembelinya.

Rinto mengaku sangat senang berpenampilan ala kantoran karena terinspirasi dari aktor favoritnya James Bond.

Rinto juga dapat merasakan kepuasan para pelanggannya yang membeli baksonya karena pedagangnya bersih, rapi dan enak.

“Saya memang suka bersih dan rapi. Ini juga saya terinspirasi dengan gayanya James Bond. Itu idolaku sejak kecil hingga kini. Semua film-film James Bond yang versi dulu sampai sekarang sudah saya nonton berulang-ulang kali,” tuturnya.

Rinto mengaku tinggal menumpang dengan sepupunya pasca ibunya meninggal dunia beberapa belas tahun silam.

Rinto juga mengaku sudah berjualan bakso selama 18 tahun semenjak ayahnya sakit.

Menurut Rinto, ayahnya segera menikah ketika ibunya meninggal. Rinto yang merupakan anak ke 2 dari 6 bersaudara segera berpencar untuk menumpang ke saudara-saudaranya yang lain guna menumpang hidup.

Semenjak ayahnya sakit, maka Rinto membantu ayahnya berjualan bakso dan meneruskan bisnis ayahnya.

“Sebenarnya Ibu ingin saya menjadi tentara dan saya juga,” ujarnya.

Namun, karena sang ibu sudah meninggal sejak ia kecil, Rinto tak dapat meneruskan cita-citanya.

“Waktu kecil, ibu selalu elus-elus kepalaku dan mengatakan kamu jadi tentara ya, Nak. Tapi cita-cita itu kandas, karena saya putus sekolah dan harus mengurus diriku sendiri. Sedangkan saudara-saudaraku yang lain terpencar menumpang di rumah keluarga yang lain. Ada sama nenek dan ada pula di keluarga yang lain,” tuturnya.

Rinto mengaku bangga dengan kehidupannya saat ini yang sudah bisa menopang kehidupannya dan keluarga. Dalam melayani pembeli ia juga mengaku memberikan pelayanan maksimal melalui penampilannya yang selalu bersih dan rapi.

“Kalau saya membuat bakso, pakai topi dan pakai celemek. Pokoknya saya jaga kebersihan dagangan saya. Sampai saya jualan keliling, saya tetap berpakai bersih dan rapi seperti ini,” pungkasnya.(Kps/r1)