Connect with us

Sumut

Polisi Tangkap 2 Wartawan, Ketua AJI Medan Nilai Semangat Kebebasan Pers Terancam

Published

on

ILUSTRASI: Kebebasan Pers yang ternodai (sumber:net)

Medan-GeoSiar.com, Polda Sumut menjemput paksa dua jurnalis media online sorotdaerah.com dari kediamannya masing-masing pada Selasa (6/3/2018).

Penangkapan dua jurnalis ini dilakukan akibat pemberitaan pencemaran nama baik Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw.

“Kedua jurnalis ini ditangkap pada 6 Maret 2018 oleh Subdit II/Cyber Crime Polda Sumut,” kata Agoez Perdana selaku ketua AJI Medan saat dijumpai di DitKrimsus Polda Sumut, Rabu (7/3/2018).

Kedua jurnalis yang ditangkap atas nama Jon Roi Tua Purba dan Lindung Silaban.

Agoez mengaku kedatangan AJI Medan untuk menyampaikan keberatan atas penangkapan yang dilakukan oleh petugas.

Polda Sumut, diceritakan Agoez menjemput paksa kedua wartawan online tersebut.

“Ini sangat bertentangan dengan semangat kebebasan pers yang telah diatur dalam Pasal 8 UU Pers No. 40/1999 yang berbunyi dalam menjalankan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum,” ujar Agoez.

Polda Sumut juga diduga telah melakukan pemblokiran akses terhadap situs sorotdaerah.com, di mana hal ini bertentangan dengan isi Pasal 4 ayat 2 UU Pers No. 40/1999 yang berbunyi terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran, dengan ketentuan pidana seperti tersebut dalam Pasal 18 ayat 1 UU Pers No. 40/1999 bagi setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan tersebut, dapat diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

“Sesuai dengan isi nota kesepahaman antara Dewan Pers dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor: 2/DP/Mou/II/2017 dan Nomor: B/15/II/2017 tentang koordinasi dalam perlindungan kemerdekaan pers dan penegakan hukum terkait penyalahgunaan profesi wartawan, maka kami meminta Polda Sumut untuk menghentikan proses penyelidikan dan selanjutnya harus berkoordinasi kepada Dewan Pers terkait adanya kasus dugaan tindak pidana di bidang pers,” jelasnya.

Agoez menceritakan kronologi penangkapan Jhon Roi Tua Purba yang di datangi petugas. Pintu depan dan belakang rumah John Roi Tua Purba diketuk dengan keras oleh petugas.

Setelah dibuka beberapa orang mengaku sebagai petugas dari Polda Sumatera Utara dan Polres Pematangsiantar.

Jon Roi Tua Purba sempat menanyakan tentang surat tugas lalu mereka menunjukkan surat tugas untuk menjemputnya guna diperiksa atas berita di sorotdaerah.com terkait dugaan penerimaan gratifikasi oleh Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw dari pengusaha Mujianto

“Menurut keterangan Jon, di dalam surat tugas penjemputan tidak ada disebutkan namanya,” kata Agoez.

Saat hendak dibawa ke Polres Pematangsiantar, dia membawa berkas-berkas perizinan media online sorotdaerah.com.

“Hanya lima menit di Polres Pematangsiantar, dia kemudian dibawa ke Polda Sumut dan tiba di Polda sekitar pukul 05.30 WIB. Dia diperiksa sebagai pengelola media online sorotdaerah.com dari pukul 11.00 – 20.30 WIB. Selama diperiksa, barang-barang miliknya berupa 2 unit Hp, dan 1 unit laptop disita petugas,” katanya.

Sedangkan Lindung Silaban, dijemput petugas dari Polda Sumut pada Selasa (6/3/2018) sekitar pukul 21.00 WIB.

“Lindung diperiksa sebagai Pemimpin Redaksi dan media online sorotdaerah.com. Menurut Lindung, berita tersebut merupakan berita rilis dari jurnalis di Polda Sumut. Saat menerima rilis tersebut dia sempat menghubungi Muslim Muis yang menjadi narasumber di dalam beritanya,” tutur Agoez.

Pihaknya juga sudah melakukan konfirmasi ke Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting.

Konfirmasi tersebut juga sudah ditulis dalam berita yang sama.

Sedangkan Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw tidak merespons panggilan telepon maupun tanggapan saat dihubungi di nomor selulernya.

Selama diperiksa, sejak Selasa (6/3/2018) pukul 15.00 WIB, website sorotdaerah.com hingga saat ini, sudah tidak bisa lagi diakses, diduga telah dilakukan pemblokiran akses oleh Polda Sumut.

“Sejak dijemput paksa hingga kini, kedua jurnalis itu belum diperbolehkan pulang dan masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut,” pungkasnya. (Trb/r1)