Connect with us

Sumut

Cendikiawan Lintas Agama Sumut Berharap Masyarakat Jaga Perdamaian di Pilgubsu 2018

Published

on

Perwakilan ISKA Sumut menyampaikan orasi dalam deklarasi toleransi umat beragama

Medan-Geosiar.com, Jelang Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Utara 2018, Forum Komunikasi Cendikiawan Lintas Agama-Pemuda mengadakan deklarasi damai toleransi umat beragama di Sumatera Utara. Kegiatan dengan tema ‘Merajut Perbedaan Menjadi Sebuah Keberagaman’ itu diadakan di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (4/3/2018).

Hadir dalam kegiatan tersebut hadir perwakilan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sumatera Utara, perwakilan umat Hindu, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumut, dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumut.

Hadir pula Panwaslih Sergei Bedagai, Komunitas Ontel Medan, dan berbagai organisasi lintas agama dan kepemudaan lainnya. Dalam deklarasi itu, seluruh perwakilan organisasi yang hadir bergantian menyampaikan orasinya.

Perwakilan ISKA Sumut, Donsisco Parangin-angin dalam orasinya mengajak masyarakat merajut kebersamaan dan semangat keberagaman dari perbedaan yang ada di Indonesia. Menurutnya, Indonesia bukan sekedar kata, namun didalamnya ada ratusan jiwa yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan bahasa. Indonesia ada karena keberagaman didalamnya.

Wakil Sekretaris Jenderal ISKA Sumut tersebut menegaskan hakikat manusia itu berbeda, tapi kita adalah sama dalam satu Indonesia. Didalam Indonesia terdapat Pancasila sebagai dasar negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pijakakan kaki kita.

Jelang menghadai tahun politik 2018, Donsisko mengajak masyarakat Sumut menjaga perdamaian meski pilihan yang berbeda.

“Perbedaan membuat kita kaya, persamaan membuat kita besar bersama. Mari kita ciptakan perdamaian dalam perbedaan. Mari kita ciptakan kemesraan dalam kebersamaan. Indonesia adalah kita, anda dan saya. Damai indonesia sejahtera rakyatnya,” tegas Donsisko.

Sementara menurut Agusli Matondang, Ketua Panwaslih Sergei, semangat kekeluargaan di Sumatera Utara sudah terlihat sejak dulu meski beragamnya suku, ras, agama dan bahasa di Sumut. Agusli berharap agar keberagaman dalam perbedaan itu tetap terjaga di masa depan.

Terkait Pilgubsu, Agusli berharap masyarakat sumut tetap menjaga perdamaian meski pilihan masing-masing berbeda. “Kita tidak boleh saling melecehkan, kita tidak boleh saling meremehkan, kita tidak boleh saling membenci, kita tidak boleh saling menghasut, hindari Hoax, hindari persekusi, yang paling penting kita jaga persatuan dan kesatuan kita”. (cw2)