Connect with us

Nasional

Heru Winarko Dinilai Layak Gantikan Komjen Budi Waseso

Published

on

Kepala Badan Nasional Narkoba (BNN) baru, Heru Winarko gantikan Komjen Budi Waseso pada Kamis (1/2/2018)

Jakarta-GeoSiar.com, Presiden Joko Widodo melantik Kepala Badan Nasional Narkoba (BNN) baru untuk menggantikan Komjen Budi Waseso yang memasuki masa pensiun pada Kamis (1/2/2018).

Pelantikan dimulai pada pukul 09.00 WIB di Istana Negara, Jakarta.

Presiden Jokowi memilih sosok pemimpin untuk mengepalai BNN adalah Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Heru Winarko.

Sebelum menjadi Deputi Penindakan KPK, Heru menjabat Kapolda Lampung.

Heru yang merupakan lulusan Akpol 1985 ini berhasil memenuhi kesemua persyaratan pengangkatan pengganti kepala BNN.

Nama Heru otomatis menyingkirkan dua nama perwira tinggi Polri lainnya yang digadang-gadang menjadi pengganti Buwas, yakni Kepala Bareskrim Komjen (Pol) Ari Dono dan Deputi Pemberantasan BNN Irjen (Pol) Arman Depari.

Sebelum membuat putusan, Jokowi sudah mendapatkan masukan dari Kapolri terkait 3 Jenderal polisi yang layak mengisi posisi Kepala BNN.

Jokowi sudah mempertimbangkan seluruh rekomendari dari ketiga calon yang di percaya oleh Polri untuk menjabat di posisi kepala dari BNN.

Dari ketiga nama yang sudah di serahkan, Presiden menilai bahwa Heru Winarko layak mendapatkan posisi tersebut.

“Dari Kapolri mengusulkan nama-nama, kalau enggak salah ada tiga nama,” kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (28/2/2018).

Namun, Johan tak menyebutkan ketiga nama yang masuk dalam nominasi jajaran Kapolri.  Seperti merahasiakan, Johan hanya menghimbau wartawan untuk bersabar dalam menunggu keterangan langsung dari Jokowi.

Johan mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan untuk pemilihan pengganti Budi Waseso kepada Jokowi.

Menurut Johan, dalam memilih pengganti kepada BNN, ada beberapa persyaratan utama yang menjadi dasar pertimbangan yakni memiliki kriteria yang baik, profesional dan juga menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas.

“Tentu Presiden punya ukuran-ukuran untuk memilih Kepala BNN. Ukuran-ukuran itu bisa didapat dari banyak masukan, diantaranya dari Kapolri. Kriteria yang paling baik lah, yang profesional, integritasnya tinggi, bagus, berani,” pungkas Johan.(Kps/r1)