Connect with us

Sumut

Kejati Sumut Periksa Walikota Sibolga Soal Proyek Jalan Senilai 65 Miliar

Published

on

Walikota Sibolga Syafri Hutauruk

Medan-Geosiar.com, Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) memeriksa Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk terkait kasus dugaan korupsi proyek rigit jalan beton di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sibolga, senilai Rp65 miliar.

“Itu sudah kita periksa ‎Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk oleh tim penyidik Pidsus Kejati Sumut,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumut, ‎Sumanggar Siagian saat dikonfirmasi, Kamis (1/3/2018).

Sumanggar mengatakan, pemeriksaan Syarfi sebagai saksi untuk mendalami penyidikan kasus korupsi proyek rigit jalan beton tersebut. ‎”Pastinya seputaran kasus dugaan korupsi proyek rigit jalan beton lah,” ungkapnya.

Dikatakannya, pemeriksaan terhadap ‎Syarfi Hutauruk, Setelah mangkir beberapa kali dari pemanggilan dan pemeriksaan oleh penyidik Pidsus Kejati Sumut.

“Dia (‎Syarfi Hutauruk) dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Dia menjalani diperiksa didamping oleh pengacaranya,” ujar mantan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Binjai itu.

Dalam kasus korupsi mega proyek di Dinas PU Kota Sibolga, sebanyak 13 orang telah ditetapkan penyidik Pidsus Kejati Sumut sebagai tersangka tersangka.

Di antaranya 10 orang tersangka dari rekanan dan 3 orang tersangka dari Dinas PU Kota Sibolga, termasuk ‎Kadis PU Sibolga, Marwan Pasaribu.

Dari 13 tersangka, 11 tersangka sudah dilakukan penahanan oleh penyidik Pidsus Kejati Sumut. Ke-11 tersangka sudah ditahan di Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, beberapa waktu lalu.‎

Sumanggar menjelaskan, dalam kasus ini ditemukan kerugian negara sesuai dengan audit dilakukan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI wilayah Sumut, sebesar Rp10 miliar.

“Sesuai dengan hasil audit BPK RI Perhitungan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp10 miliar dengan alokasi dana dari APBD Tahun Anggaran 2015 Pemerintahan Sibolga sebesar Rp65 milar,” pungkasnya. (Sdo/R2)