Connect with us

Nasional

PDIP Sumut Nilai KPU Gagal Paham Soal Pelarangan Foto Soekarno

Published

on

Sekretaris DPD PDIP Sumut, Soetarto

Medan-Geosiar.com, PDIP Sumut keberatan atas kebijakan Komisi Pemilihan umum (KPU) terkait pelarangan gambar tokoh yang bukan pengurus partai dipasang dalam desain alat peraga kampanye. KPU dinilai gagal paham dengan pelarangan itu.

Diketahui PDIP memang menggunakan foto mantan Presiden Soekarno sebagai alat peraga kampanye. Hal ini merupakan kecintaan PDIP terhadap sosok Bung Karno.

“Kita punya struktur, tentu ada yang mau anggota pasang foto Bung Karno, mohon dihormati. Satu sisi, kami tak bisa kekang anggota kami karena memang mereka mempunyai kecintaan terhadap Bung Karno,” ujar Sekretaris DPD PDIP Sumut Soetarto saat dimintai konfirmasi, Rabu (28/2/2018).

Diketahui dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota, KPU melarang pemasangan gambar tokoh di alat peraga kampanye.

“Kita hormati PKPU. Namun roh PDIP itu adalah pikiran dan ajaran Bung Karno. Ajaran Bung Karno tata nilai bagi PDIP, karena kami yakini ajaran Bung Karno menyejahterakan masyarakat,” kata Soetarto.

Presiden Soekarno, menurut Soetarto, merupakan sosok yang harus dihormati. Setiap masyarakat bebas menggunakan foto Bung Karno dengan tujuan baik.

Menurutnya Soetarto, PDIP bisa tetap eksis hingga saat ini karena selalu mengikuti ajaran Soekarno. Karena itu, dia menyebut tidak bisa memaksakan kader PDIP Sumut untuk tidak memasang foto Sukarno.

“Oleh karena itu, terkait larangan tersebut tentu saja itu kami pandang seperti gagal paham. Namun demikian, kami menghargai keputusan PKPU itu, tapi sisi lain harus memahami, Bung Karno milik bangsa Indonesia,” tukasnya.  (dtk/R2)