Connect with us

Olahraga

Mengintip Peluang Real Madrid Menjuarai La Liga di 12 Pertandingan Tersisa

Published

on

Marco Asensio meratapi kekalahan Real Madrid atas Espanyol

Madrid-Geosiar.com, Real Madrid secara mengejutkan harus kalah atas klub tetangga Barcelona, Espanyol. Dengan 12 pertandingann tersisa, peluang Madrid mempertahankan gelar La Liga Spanyol semakin menipis.

Ini merupakan kekalahan kelima El Real di La Liga musim ini setelah tunduk 0-1 ketika dijamu Espanyol dalam partai jornada ke-26 La Liga, Rabu (28/2/2018) dini hari WIB.

Bertanding tanpa sang mega bintang, Cristiano Ronaldo yang sengaja diistirahatkan, Los Blancos gagal mengonversi lima tembakan tepat sasarannya ke gawang Espanyol menjadi gol.

“Intensitas tim tidak berkurang, kami cuma gagal memaksimalkan peluang, kami kurang efisien, dan harus terus berusaha mengoreksi kesalahan defensif,” kata kiper Madrid Keylor Navas di RealMadrid.com.

Dengan 12 laga tersisa, posisi Madrid di peringkat ketiga bisa tergeser ke peringkat keempat usai jornada ke-26 berakhir. Dengan koleksi 51 poin dari 26 laga, Madrid sekarang dibayangi Valencia (49 poin dari 25 laga) dan berada di bawah Atletico Madrid (58 poin dari 25 laga) dan Barcelona (65 poin dari 25 laga).

Secara matematis, Madrid masih punya peluang mempertahankan gelar juara La Liga dengan raihan maksimal 87 poin musim ini. Secara realistis, peluang itu sama sekali tidak besar.

Secara spesifik, kecilnya kans Madrid itu tidak lepas dari laju mulus Barcelona saat ini; El Barca adalah satu-satunya tim yang belum terkalahkan di La Liga musim ini, paling produktif (68 gol), dan tim kedua paling sedikit kebobolan (12 gol).

Dengan 65 poin, Barca praktis tinggal butuh delapan kemenangan lagi dari 13 laga sisa untuk menghabisi kans Madrid mempertahankan gelar juara — tambahan 24 poin bikin Barca sudah punya 89 poin, melampaui poin maksimal Madrid. Memang belum cukup untuk memastikan gelar juara, karena masih ada Atletico yang harus diperhitungkan, tapi sudah cukup untuk meniadakan kans Madrid.

Sebagai perbandingan, musim lalu Barca melewati 13 laga laga terakhirnya di La Liga dengan meraih 11 kemenangan dan dua kekalahan (33 poin). Dengan tambahan 33 poin, Barca berhasil menempel ketat Madrid di tabel klasemen. Madrid unggul tiga angka atas Barca di akhir musim.

“Kami tidak memikirkan jarak poin, kami berusaha menjalani laga satu per satu,” ucap Navas menegaskan.

Dengan peluang yang tipis itu, sudah layanknya bila Madrid mengalihkan fokus ke turnamen lain, yakni Liga Champions. Saat ini tim Zinedine Zidane unggul 3-1 atas Paris Saint-Germain usai partai leg pertama babak 16 besar.

“Ini tidaklah lazim. Kami terbiasa memenangi gelar-gelar juara,” ujar Nacho, bek Madrid, mengomentari kiprah timnya di La Liga.

“(Tapi) kami masih terlibat dalam kompetisi spesial, Liga Champions, dan harus bersiap untuk menjalaninya dengan kepercayaan diri penuh,” tuturnya. (dtk/R2)