Connect with us

Nasional

KPK Kenakan Pasal Berlapis Penyuap Bupati Kukar

Published

on

Bupati Kutai Kertanegara, Rita Widyasari

Jakarta-GeoSiar.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara penyuap Bupati Kutai Kertanegara , Hery Susanto Gun alias Abun ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Akibat menyuap Rita Widyasari, Abun didakwa hukuman berlapis.

Dalam dakwaan pertama, Abun dituduh melanggar Pasal 5 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 64 ayat 1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

Dalam dakwaan kedua, Abun melanggar Pasal 13 UU 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

KPK menunjuk Fitroh Rohcahyanto sebagai jaksa penuntut umum (JPU) perkara Abun.

Perkara ini dilimpahkan pada Senin (26/2/2018) dan diberi nomor register 18/Pid. Sus-TPK/2018/PNJkt.PSt.

Abun menjadi terdakwa lantaran menyuap Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebesar Rp 6 miliar.

Suap itu untuk mendapatkan izin perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pada hari yang sama, KPK juga melimpahkan perkara Dokter Bimanesh Sutarjo ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

Kresno Anto Wibowo ditunjuk sebagai jaksa penuntut umum dalam perkara ini.

Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan dan juga Frederich Yunadi, pengacara Setya Novanto dianggap telah merintangi penyidikan KPK dalam kasus korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

Dalam surat dakwaan Frederich, disebutkan Bimanesh turut berperan melindungi Setya Novanto.

Bimanesh dihubungi Fredrich saat Setya Novanto secara dicari KPK pada November 2017.
Pencarian dilakukan setelah Setya Novanto melarikan diri ketika ingin menjalani pemeriksaan di KPK.

Frederich meminta bantuan Bimanesh agar Setya Novanto bisa dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau dengan diagnosa sejumlah penyakit, salah satunya hipertensi.

Bimanesh juga berperan menyiapkan ruang VIP untuk rawat inap Setya Novanto tanpa melakukan pemeriksaan di Unit Gawat Darurat (UGD) setelah mengalami kecelakaan mobil di Permata Hijau.

Bimanesh juga telah membuat catatan harian dokter meskipun tak pernah memeriksa Setya Novanto. (rml/r1)