Connect with us

Nasional

Ini Profil Calon Gubernur BI Pilihan Presiden Jokowi

Published

on

Perry Warjiyo, sosok calon Gubernur BI pilihan Presiden Joko Widodo

Jakarta-Geosiar.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengajukan satu nama, Perry Warjiyo, sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada DPR. Perry Warjiyo saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI. Surat penunjukan Perry sebagai Gubernur BI sudah dikirim ke DPR.

“Sudah kita kirimkan ke DPR coba tanyakan ke DPR, Pak Perry,” kata Jokowi di kawasan industri Delta Silicon, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (27/2/2018).

Surat Presiden untuk DPR tentang calon Gubernur BI sudah dikirim tanggal 23 Februari 2018 lalu. Perry nantinya akan menggantikan Agus Martowardojo yang akan segera habis masa jabatannya.

Jokowi mengaku memilih Perry karena alasan pengalaman, rekam jejak, prestasi, serta penguasaan lapangan. Pery juga tercatat sebagi depiuti paling senior di BI.

“Saya kira dia Deputi Senior BI yang mengerti moneter, inflasi, kebijakan di BI. Saya kira penguasaan tidak perlu diragukan,” kata Jokowi

Sosok Pery diangkat menjadi Deputi Gubernur BI pada 15 April 2013 melalui Keputusan Presiden 28/P Tahun 2013. Pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959 ini merupakan jebolan sarjana ekonomi Universitas Gadjah Mada 1982 itu meraih gelar master dan PhD di bidang moneter dan keuangan internasional dari Iowa State University, Amerika Serikat, masing-masing pada 1989 dan 1991.

Perjalanan karier Perry Warjiyo di BI terbilang cukup panjang sejak 1984. Sebelum ditetapkan sebagai Deputi Gubernur, ia menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk perumusan kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional di Bank Indonesia.

Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter di BI.

Sebelum kembali ke BI pada 2009, Perry pernah berkarier dan menduduki posisi penting selama dua tahun sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group. (Ant/R2)