Connect with us

Nasional

15 Kg Sabu Disita BNN Dalam Pembongkaran Sindikat Jaringan Internasional

Published

on

Pengungkapan Jaringan Sindikat narkoba internasional

Medan-Geosiar.com, Badan Narkotika Nasional membongkar sindikat jaringan narkoba internasional Malaysia-Aceh-Medan. Dari pengungkapanitu, petugas menyita 15 kg sabu dan 79.905 butir ekstasi.  Rencananya barang haram itu akan diedarkan oleh para pelaku di kota-kota besar, termasuk di Medan.

“Dengan jumlah yang cukup besar ini, tentu ini tidak diedarkan di Medan saja, diedarkan di Jakarta dan kota besar lainnya,” kata Direktur Prosekusor dan Psikotropika BNN Brigjen Anjan Pramuka di RS Bhayangkara Medan, Selasa (27/2/2018).

Anjan mengatakan, petugas menangkap 4 orang yakni Amri, Amiruddin, Marpaung dan Zulkifli. Namun, salah seorang tersangka yaitu Amri kabur dan melawan petugas hingga akhirnya ditembak mati.

Anjan mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi JSJN-PDRM yang menyatakan bahwa adanya pengiriman narkotika jenis sabu dan ekstasi dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.

“Ini bermula kita dapat informasi akan ada sabu masuk dari Malaysia ke Medan melalui jalur Aceh. Minggu siang kemarin tim gabungan melakukan penyelidikan seterusnya menangkap para pelaku,” jelas Anjan.

Anjan menjelaskan, pengungkapan itu dilakukan di beberapa tempat yaitu di Medan dan Langkat yang dibantu Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Polres Langkat.

“Pelaku diamankan di halaman hotel di Medan, perumahan taman impian indah sakti luhur, pondok kelapa. Lalu yang koordinator ini Amri ditangkap di Langkat. Saat pengembangan dia melawan dan ditindak tegas (tembak mati),” terang Anjan.

Petugas menahan tersangka untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara, kasus ini tengah dikembangkan untuk mencari pelaku lainnya.

“Selain itu juga ada dua mobil yang diamankan. Tim masih mengembangkan,” kata Anjan yang didampingi Kepala BNNP Sumut Brigjen Marsauli Siregar dan Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto.

Rilis pengungkapan itu dilakukan di depan kamar jenazah RS Bhayangkara Medan. Sebab, satu pelaku, Amri ditembak di dadanya dan mati. (dtk/R2)