Connect with us

Dunia

Rekrut Wanita Sebagai Tentara, Ini Alasan Pemerintah Arab

Published

on

ILUSTRASI : Tentara wanita Arab Saudi (sumber: net)

Arab Saudi-GeoSiar.com, Pemerintah Arab Saudi membuat terobosan baru untuk memperkuat keamanan negara.

Dalam beberapa waktu belakangan, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh divisi Keamanan Umum Saudi pada Minggu (25/2), pemerintah membuka lowongan bagi kaum wanita untuk bergabung dalam pasukan pertahanan.

Dimuat Press TV, pengumuman tersebut disampaikan sebagai bagian dari dorongan reformasi sosial dan ekonomi Riyadh, yang dijuluki “Vision 2030,” yang diluncurkan oleh Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman.

Diresmikan pada tanggal 25 April 2016, visi tersebut merupakan cara jitu untuk mengubah negara secara ekonomi pada tahun 2030.

Rencana tersebut ditujukan untuk mengakhiri “kecanduan” Arab Saudi terhadap pemasukan minyak yang diperkirakan berpotensi meningkatkan pendapatan non-minyak dari 163,5 miliar riyal pada tahun 2015 menjadi 1 triliun riyal pada tahun 2030 mendatang.

Beranjak dari rencana tersebut, Arab Saudi mulai mengizinkan perempuan untuk bergabung dengan angkatan bersenjata sebagai bagian dari program sosial Vision 2030.

Berdasarkan pengumuman resmi tersebut, disebutkan bahwa kaum wanita diakui kesetaraannya dengan kaum pria untuk mengajukan pendaftaran dengan pangkat tentara guna membantu tenaga keamanan.

Dalam proses merekrut anggota, Arab Saudi mengeluarkan 12 syarat sebagai kriteria penyeleksian.

Syarat pertama wanita tersebut harus bersatus sebagai warga negara Saudi yang dibesarkan di negara tersebut.

Sayarat kedua memiliki rentang usia 25 sampai 35 tahun.

Selanjutnya wajib memiliki pendidikan minimal SMA,

Wajib melampirkan surat keterangan kesehatan dan wajib dinyatakan lulus tes kesehatan.

Arab Saudi juga membuat kriteria fisik dalam merekrut personel tentara wanita yakni harus memiliki tinggi lebih dari 155 sentimeter, dengan rasio berat terhadap tinggi badan ideal.

Namun, untuk Wanita yang menikah dengan orang non-Saudi, punya riwayat catatan kriminal, dan wanita dengan riwayat pekerjaan pemerintah sebelumnya, tak diperbolehkan untuk mendaftar. (rml/r1)