Connect with us

Dunia

Komikus Jepang Minta Maaf Telah Sindir Kereta Cepat Jokowi

Published

on

Komikus Jepang, Onan Horoshi meminta maaf setelah membuat komik yang menyindir proyek kereta cepat Indonesia.

Jakarta-Geosiar.com, Onan Horoshi, seorang komikus asal Jepang membuat heboh pengguna media sosial di Tanah Air setelah membuat karikatur tentang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dibangun digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hiroshi menyindir proyek yang dilakukan groundbreaking Januari 2016 lalu lewat coretan gambar di sebuah komik digital. Ia mengunggah komik tersebut ke akun Twitter-nya, @hiroshionan, Jumat (23/2/2018), dengan judul ‘Kereta Cepat Pengemis’.

Dalam komik itu, digambarkan mengenai proyek kereta cepat di Indonesia yang semula akan dibangun Jepang. Namun, pada akhirnya justru China lah yang mengerjakan konstruksi proyek tersebut.

Digambarkan juga proyek tersebut tak kunjung rampung. Jokowi kemudian digambarkan sedang ‘mengemis’ kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo untuk kembali membantu proyek itu.

Komiknya menjadi viral dan dibagikan hingga ribuan kali di jejaring sosial Twitter. Bahkan ada yang menyebarkan komiknya di media sosial lain seperti Facebook dan Instagram.

Netizen pun terpecah belah, ada yang mendukung kritik Onan, tapi ada juga yang menilai si komikus kritiknya sudah kelewatan. Banjir komentar pun tak terhindarkan.

Sampai akhirnya komikus asal Negeri Sakura itu pun mencabut postingan komiknya dan meminta maaf jika telah menyinggung banyak orang.

“Saya memohon maaf, (gambar) pengemis itu terlalu berlebihan. Saya terlalu menggebu-gebu, tapi sekarang sudah tenang lagi. Bapak Presiden Jokowi, dan semua rakyat Indonesia, pemerintah Indonesia, saya benar-benar meminta maaf. Saya merasa malu, komiknya sudah saya tarik kembali. Saya minta maaf,” kata Onan dalam cuitannya di akun @hiroshionan yang diposting Minggu malam seperti dikutip, Senin (26/2/2018).

Onan menyertakan foto dirinya yang sedang bersujud meminta maaf dalam postingannya tersebut. Kedua tangannya diletakkan di depan kepala yang tertunduk, seolah sedang bersujud meminta pengampunan. (dtk/R2)