Connect with us

Nasional

Sadis, Pria Karawang Cabuli 3 Bocah di Bawah Umur

Published

on

Pencabulan anak dibawah umur (Ilustrasi)

Karawang-Geosiar.com, HB (20), pria Karawang, Jawa Barat, tega mencabuli tiga bocah laki-laki di bawah umur dengan menawari layang-layang kepada korban. Pencabulan berlangsung dari Januari hingga 11 Februari 2018 di kamar HB, Dusun Udug-udug, Desa Mulya sejati, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Dikatakan Kanit PPA Polres Karawang Ipda Herwit Yuanita, HB telah mengaku mencabuli 4 orang anak. Namun baru tiga yang melapor dan memberi keterangan kepada polisi, yakni PP (6), IA (6), dan AS (9).

“HB mengaku hanya mengenal dua korban, sementara dua lainnya tidak,” ujar Herwit di Mapolres Karawang, Kamis (22/2/2018).

Pencabulan terungkap setelah ayah PP mendengar anak lelakinya bercerita kepada kawannya telah dicabuli HB pada Rabu (14/2/2018). Sang ayah kemudian menanyakan langsung, dan PP mengakui telah dicabuli sebanyak dua kali.

“Bersama satu temannya, korban ditarik ke kamar HB, kemudian disodomi,” ungkap Herwit.

Padahal, sambung Herwit, saat itu korban ingin mengajak adik HB untuk bermain. Namun, saat itu adik HB sedang tidak di rumah.

“HB mengiming-imingi layang-layang karena saat itu di daerah itu tengah musim permainan layang-layang. HB juga meminta korban tidak menceritakan pencabulan tersebut. Akan tetapi korban tetap menceritakannya kepada orangtua dan temannya,” tuturnya.

HB mengaku perlakuannya hanya coba-coba dan sebelumnya belum melakukan hal itu. Herwit mengatakan, pihaknya kini tengah menyelidiki kasus ini lebih lanjut, termasuk kemungkina ada korban lain. Sementara hasil visum para korban ditemukan adanya warna kemerahan di sekitar lubang anus.

“Kami juga menggandeng psikolog untuk melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan melakukan trauma healing,” ucapnya.

HB dikenakan pasal 82 UU 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU 1/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Atas perbuatannya, HB terancam hukuman penjara minimal lima atau maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti satu potong baju, satu potong celana pendek warna ungu, satu kaos dalam warna ungu, satu potong celana dalam warna kuning, satu potong celana pendek warna hitam biru, dan satu potong celana dalam warna merah. (Kps/R2)