Connect with us

Sumut

Pengantar ‘Tuyul’ Yang Jebol Aplikasi Grab di Medan Ternyata Hanya Lulusan SD

Published

on

Polisi menangkap sindikat driver online 'tuyul' di Medan

Medan-Geosiar.com, Sarwoedi Sembiring (30), salah satu pengantar ‘tuyul’ yang juga merupakan satu diantara pengemudi Grab akhirnya ditangkap polisi. Sarwo, yang berperan sebagai penjebol sistem keamanan pada HP ternyata hanya tamatan Sekolah Dasar.

Sarwo menjadi tersangka utama kelompok ini. Dengan mendesain order fiktif, para tersangka kemudian mendapatkan rating tinggi dan mendapat bonus dari perusahaan.

Keahlian Sarwo itu bahkan membuat Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto cukup terkejut. Hal ini mengingat warga Jalan Kecamatan Medan Tuntungan tersebut paham betul dengan teknologi meski tamatan SD.

“Ada satu orang yang mampu menjebol aplikasi inisial SS (Sarwoedi Sembiring). Saya tanya, pendidikannya rupanya lulusan SD. Dia mampu menjebol itu lalu dimasukkannya GPS untuk melakukan orderan fiktif terhadap HP milik mitra pengemudi Grab,” ujar Dadang dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (22/2/2018).

Sarwoedi bersama 7 rekan lainnya ditangkap pada Senin (19/2) malam di sebuah warung kopi di Jalan Melati Raya, Medan. 7 tersangka lain yang ditangkap adalah Yos Andre Ginting (29) warga Jalan Kayu Manis, Perumnas Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan, berperan menggunakan aplikasi pada Sarwo Edi,

Laly Doglas Dapot Hutabarat (38) warga Jalan Pembangunan Baru, Kelurahan Sitirejo, Kecamatan Medan Amplas berperan menggunakan aplikasi melalui temannya bernama Paldo Sihombing. Kristinodo Simamora (36) warga Jalan Punang Raya, Kecamatan Medan Tuntungan berperan menggunakan aplikasi.

Kemudian Amiruddin Mendrofa (40) warga Jalan Raharja, Kecamatan Medan Selayang berperan menggunakan aplikasi. Affandi Perangin-angin (28) warga Jalan Bunga Rinte, Kecamatan Medan Tuntungan berperan menggunakan aplikasi. ‎

Dedi Setiawan Ginting (29) warga Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Selayang berperan menggunakan aplikasi dan terakhir adalah Agustinus Ginting (38) warga Jalan Setia Budi, Lorong Ampera, Kecamatan Sunggal.

“Mereka sedang duduk-duduk di sana lalu diinterogasi. Mereka merupakan sopir Grab dan salah seorang di antaranya operator yang merusak jaringan masuk ke aplikasi Grab,” jelas Dadang.

Akibat perbuatan itu, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 30 jo Pasal 46 dan/atau Pasal 32 ayat 2 atau Pasal 35 jo Pasal 51 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016. “Ancamannya 9 tahun penjara,” tukas Dadang.
(Dtk/R2)