Connect with us

Sumut

Wagubsu Terapkan Exit Strategy Untuk Siswa Siluman

Published

on

SMAN 2 Medan

Medan-GeoSiar.com, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung, membahas permasalahan siswa yang tidak masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2017 atau siswa siluman di SMAN 2 dan SMAN 13 Medan di ruang rapat Marah Halim Kantor Gubsu, di jalan Diponegoro Medan, Jumat (16/2).

Nurhajizah bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Daerah Provinsi Sumatera Utara (Forkopimda Provsu) terus membahas solusi yang akan di gunakan dalam menyikapi permasalahan pendidikan yang terjadi.

Turut hadir dalam rapat antara lain Staf ahli Pangdam Chandra W, Kasubdit II Tipikor Poldasu AKBP Doni Sembiring SIK, Kabag Ops Binda Andi R, Kejatisu Oni Yudita, Kadisdik Arsyad Lubis dan perwakilan OPD.

Berdasarkan hasil rapat, disepakati solusi untuk mengatasi masalah tersebut Pemprovsu dan Forkopimda Sumut mengadakan phasing out programme atau exit strategy untuk anak-anak didik yang menjadi korban dari sistem pendidikan yang salah.

“Di dalam program phasing out, anak-anak didik ini tidak belajar di gedung SMAN 2 dan 13 Medan lagi, tetapi mereka dalam melaksanakan belajar mengajar di gedung lain yang disediakan oleh semua orang tuanya. Dimana honor tenaga pendidiknya juga dibayar oleh para orangtua,” ujar Nurhajizah.

Para siswa kata Wagubsu, tetap dapat memakai fasilitas sekolah pada siang hari seperti ruang laboratorium, lapangan olahraga, mendapat bantuan Dana BOS, dan ijazah yang keluar nantinya juga sama dengan ijazah anak didik yang lainnya.

“Tidak ada perbedaan dalam penerbitan ijazah nantinya setelah mereka lulus sekolah,” ujar Nurhajizah.

Unsur Forkopimda baik dari Kodam, Poldasu, Kejatisu dan BINDa juga sudah menyetujui dan diharapkan agar segera mengirim permohonan program ini ke Kemendikbud sehingga anak-anak didik ini tidak ketinggalan pelajaran dan proses belajar mengajar dapat berjalan lancar.(wol/r1)