Connect with us

Sumut

PN Medan Vonis Mati Kepada Terpidana 17 Kg Sabu

Published

on

Udo Tohar, tersangka pengedar 17 sabu dari LP Tanjung Gusta

Medan-Geosiar.com, Udo Tohar alias Tohar, terdakwa pengendali 17 kg sabu dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta, Medan, akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Medan, melalui persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, S Batubara di Ruang Cakra VII PN Medan, Rabu (14/2/2018).

Majelis hakim menilai terdakwa Udo Tohar melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menyatakan Udo Tohar alias Tohar telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan permufakatan jahat secara tanpa hak dan melanggar hukum menawarkan untuk dijual,menjual,membeli,menerima,menjadi perantara dalam jual beli atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram,” ujar Hakim Syafril.

Dengan ini “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Udo Tohar alias Tohar dengan pidana mati,” tambahnya.

Udo Tohar juga merupakan terpidana penjara seumur hidup dalam kasus narkoba yang juga sudah divonis di Pengadilan Negeri (PN) Medan tahun 2016.

Udo Tohar sebelumnya dihukum penjara seumur hidup karena terjerat kasus sabu seberat 6 kilogram. Tohar diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Oktober 2014 lalu.

Kemudian, ia kembali mengulangi hal yang sama dan akhirnya dijatuhi hukuman mati. Vonis terhadap Udo Tohar sebanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan Sindu Hutomo.

Dalam dakwaannya, JPU Sindu Utomo menjelaskan, terdakwa merupakan bagian dari kasus pengiriman sabu seberat 17 kilogram yang dilakukan Julianto, napi di Lapas Tanjung Gusta pada tahun 2016 lalu.

Penangkapan terhadap Udo Tohar, kata Sindu, merupakan pengembangan dari kasus Julianto. Petugas BNN menemukan keterlibatan Tohar setelah melacak nomor telepon seluler milik kurir narkoba 17 kilogram tersebut yang diperintahkan oleh Julianto untuk membawa sabu.

“Petugas kemudian memeriksa Tohar dan menemukan empat unit hp di selnya. Dari handphone ini terbukti keterlibatan Tohar,” tutur Sindu. (Trb/R2)