Connect with us

Sumut

JR-Ance Gugur, Pilkada Sumut diprediksi Mirip Pilkada DKI

Published

on

Jopinus Ramli Saragih dan Ance pertanyakan putusan KPU, pada Senin (12/2/2018)

Medan-GeoSiar.com, Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Arifin Saleh Siregar mengungkapkan pasangan JR-Ance yang didukung Partai Demokrat, PKB dan PKPI masih berpeluang untuk ikut dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018.

“Ini belum serta-merta dua pasang calon. Kan masih ada kemungkinan pasangan JR Saragih-Ance memenangkan gugatan di Bawaslu atau PTUN,” tutur Arifin pada Selasa (13/2/2018).

Arifin mengungkapkan berbagai kejanggalan terkait penolakan KPU dengan alasan ijazah JR yang tak memenuhi syarat. Menurutnya langkah hukum yang diambil dapat menyelamatkan pasangan ini untuk maju dalam Pilgubsu mendatang.

Banyak yang berpendapat alasan KPU tidak masuk akal karena pendidikan JR Saragih sulit untuk diragukan.

“JR Saragih kan mantan tentara, mayor. Kan tidak mungkin sembarangan masuk gitu aja. Yang pasti harus pendidikan formal,” ujarnya.

Selain itu, Arifin juga menyangsikan keputusan yang dibuat oleh KPU karena sebelum mencalonkan diri sebagai bakal calon Gubernur Sumut, JR sudah dua periode menjabat sebagai Bupati Simalungun.

Tentu sebelum menjabat sebagai Bupati JR sudah melewati proses seleksi berkas di KPU pada periode sebelumnya.

“Seandainya hanya dua pasang calon yang berhadapan pada Pilgub Sumut, maka dinamika yang muncul akan mirip dengan Pilkada DKI Jakarta,” tutur Arifin.

Arifin beranggapan jika JR-Ance tak lolos sebagai bakal calon maka pertarungan Pilkada di Sumut kurang lebih sama denga pertarungan Pilkada DKI.

“Kalau ada dua pasang, tidak bisa kita nafikan apa yang terjadi di Pilkada DKI kemarin kemungkinan besar akan pindah ke Sumut, dalam konteks dinamikanya, pertarungannya, isu yang dimainkan, kelompok-kelompok yang memainkan. Walaupun tidak persis sama, tapi akan mirip-mirip,” sambungnya.

Menurut Arifin, jika hanya pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus yang maju dalam Pilkada JUni 2018 mendatang maka persaingan akan semakin sengit dan rumit sebab hanya ada dua kubu yang bertarung.

“Selama ini banyak beredar pendapat, kehadiran JR Saragih-Ance Selian membuat terpecahnya pendukung potensial Djarot-Sihar. Basis pendukung mereka dinilai serupa,” pungkasnya.(Anls/r1)