Connect with us

Sumut

DPRD Medan : Holywing Bar dan Live Music Melanggar Ketentuan dan Merugikan PAD Pemko Medan

Published

on

Anggota DPRD Medan, Drs Hendrik Halomoan Sitompul dalam RDP di gedung Dewan pada Selasa (13/2/2018)

Medan-GeoSiar.com, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan, Hendra DS meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera menutup operasional usaha Holywing Bar dan Live Music di Jalan M Rivai No 6 Medan, pada Selasa (13/2/2018).

DPRD Medan mengungkapkan pelanggaran yang dilakukan tempat hiburan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang di hadiri anggota dewan lainnya seperti Drs Hendrik Halomoan Sitompul, Mulia Asri Rambe (Bayek) dan juga Kadis Pariwisata Agus Hariono, pihak Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah, pihak pengusaha Holywing Bar.

Holywing Bar dan Live Music disebutkan melanggar ketentuan operasional serta tidak memiliki izin hiburan maupun Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

“Kita minta Dinas Pariwisata dan Satpol PP Kota Medan supaya menertibkan usaha ilegal Holywing Bar. Terbukti usaha tempat hiburan tidak memiliki izin. Ini sudah jelas melanggar ketentuan dan merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemko Medan,” tegas Hendra DS.

Komisi C sepakat mendorong Pemko Medan melakukan tindakan tegas terhadap pengusaha yang tak mentaati ketentuan yang berlaku.

Sama halnya pemilik usaha Holywing Bar melanggar aturan harus ditindak tegas.

Hendra DS juga menilai bahwa pemilik usaha Holywing Bar telah melecehkan Pemko Medan karena tutup mata dan tidak mentaati peraturan daerah (perda) yang berlaku.

Bahkan, pemilik dituding melakukan manipulasi jenis usaha untuk menghindari bayaran pajak besar. Di mana, pajak yang dibayar hanya jenis usaha restoran sementara fakta di lapangan usaha hiburan yang ternyata ada menjual alkohol.

Dalam kesempatan itu, Kadis Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono mengaku pihaknya telah memberikan pembinaan kepada pemilik usaha hiburan dan melayangkan surat tertanggal 8 Februari 2018 kepada pemimpin Holywing Bar dan Live Music.

Isi surat perihal penghentian kegiatan/operasional Live Musik dan Bar dikarenakan tidak memiliki izin TDUP.

Dalam surat juga ditegaskan supaya menghentikan kegiatan/operasional live musik dan bar.

Dalam surat tersebut, terang Agus, pihaknya telah memberikan peringatan tegas untuk segera menghentikan aktivitas apapun dan apabila kegiatan dalam usaha hiburan ini tetap berlanjut maka akan segera di berlakukan sanksi berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.(Smtpos/r1)