Connect with us

Sumut

Hendrik Sitompul : Pers Harus Punya Tanggung Jawab Membumikan Pancasila

Published

on

Anggota DPRD Medan dari Fraksi Demokrat, Drs Hendrik Halomoan Sitompul

Medan-GeoSiar.com, Anggota DPRD Medan dari Fraksi Demokrat, Drs Hendrik Halomoan Sitompul meyakini peran penting wartawan dan pers nasional dalam banyak sisi kehidupan bermasyarakat pada peringatan Hari Pers Nasional 2018, pada Jumat (9/2/2018).

Dalam memperingati hari Pers Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985, Hendrik memberikan apresiasi atas peranan pers yang begitu besar sebagai penyedia ruang gagasan pemikiran kebangsaan dan memperkuat ruang demokrasi.

“Saya sangat mengapresiasi seluruh anggota pers yang sudah menjalankan peranannya dengan baik,” ujarnya.

Menurut Ketua Umum DPD Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sumut ini, penetapan hari pers nasional yang memiliki nilai historis dalam sejarah bangsa Indonesia telah memberikan warna dalam negara demokrasi seperti saat ini.

“Kini pers memberi warna demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,” tambahnya.

Namun, menurut Hendrik ada beberapa poin yang patut menjadi sorotan bersama seperti munculnya beberapa pihak yang menerjemahkan informasi secara permissif.

Apalagi arus informasi yang cepat dan mudah diperoleh masyarakat sering diragukan keabsahan dan keakuratannya.

“Segala sesuatu bisa diproduksi lalu dinikmati dengan cepat tanpa mempertimbangkan kebenaran yang ada,” ujarnya.

Akibatnya, menurut Hendrik, banyak sumber berita yang tak akurat yang menjadi sumber konsumsi publik.

Maraknya berita hoax tersebut kerap memicu terjadinya perpecahan dan pertikaian dalam masyarakat. Berita yang memicu konflik cenderung provokatif sehingga memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Produk jurnalistik yang buruk seperti penyebaran berita hoax hanya akan menjadi sandungan bagi tegaknya persatuan. Ditambah lagi dengan kecanggihan teknologi informasi yang telah memudahkan semua orang untuk dapat mengakses informasi dari sumber manapun,” tuturnya.

Untuk meminimalisir hal itu, Alumni PPRA 52 Lemhannas RI ini
berharap wartawan sebagai insan pers dapat menjunjung tinggi kode etik jurnalistik untuk menyebarkan informasi kepada publik.

“Saya tetap yakin pers akan memainkan peran penting dalam memberikan pencerahan dan pendidikan melek media kepada masyarakat, khususnya dalam membina kerukunan dalam kehidupan bersama,” ujarnya.

Dengan demikian, kebenaran dapat berimbang dan rasa persatuan bangsa tetap lestari sehingga pers dapat mengabdi pada bangsa, negara dan mampu memperjuangkan kepentingan nasional.

“Tentu sebagai ujung tombak pertahanan bangsa, pers harus memiliki tanggung jawab untuk membumikan Pancasila demi hadirnya tatanan masyarakat yang berkebudayaan Indonesia,” pungkasnya. (rel/r1)