Connect with us

Nasional

Majukan Pers, Presiden Joko Widodo Dirikan Monumen Adinegoro

Published

on

Presiden Joko Widodo berika sertifikat tanah pada cucu Adinegoro, Eriswati Alamsyah, di Padang, Sumatera Barat pada Kamis (9/2/2018)

Padang-GeoSiar.com, Presiden Joko Widodo menghadiri puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat pada Jumat (9/2/2018).

Dalam rangkaian kunjungannya, Presiden sudah tiba di Sumatera Barat sejak kemarin bersama dengan Ibu Negara Iriana Jokowi.

Dalam agendanya, Presiden menyempatkan singgah ke rumah tokoh pers nasional Djamaludin Adinegoro, di Jalan Prof M Yamin, Pasar Talawi, Sawahlunto, pada Kamis sore (8/2/2018).

Dikutip dari website Sekretariat Kabinet, dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyerahkan langsung sertifikat tanah kepada salah satu cucu Adinegoro, Eriswati Alamsyah yang mewakili keluarga Adinegoro.

Setelah acara penyerahan sertifikat usai, Presiden dan Ibu Negara berziarah ke makam Pahlawan Nasional Prof Mohamad Yamin, yang lokasinya tidak jauh dari rumah Adinegoro.
Ziarah ini bentuk penghormatan kepada Yamin yang merupakan kakak kandung dari Djamaludin Adinegoro yang mendapat gelar Datuk Madjo Sutan.

Djamaludin Adinegoro lahir di Talawi, Sawah Lunto, Sumatera Barat pada 14 Agustus 1904 yang lebih sering menggunakan nama Adinegoro dibandingkan dengan gelar kehormatan yang diperolehnya ketika menempuh pendidikan di STOVIA tahun 1918-1925.

Adinegoro sangat senang dan tertarik dengan dunia tulis menulis. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengabadikan namanya untuk penghargaan tertinggi insan jurnalis, yakni Piala Adinegoro.

Cucu Adinegoro, Eriswati Alamsyah, sempat pula menyampaikan kepada presiden soal rencana keluarga untuk menjadikan rumah kelahiran Adinegoro sebagai monumen nasional yang bisa di kenang sepanjang masa.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak presiden yang telah memberikan perhatian yang luar biasa terhadap Adinegoro,” kata Eriswati saat menerima kunjungan Jokowi.

Eriswati mengucapkan terimakasih atas kesediaan Jokowi dalam membantu pembangunan monumen di rumah kelahiran Adinegoro. Melalui pembangunan monumen nasional tersebut, Jokowi berharap masyarakat terutama insan pers akan merasa terbantu untuk belajar dan termotivasi dengan adanya monumen tersebut. Disamping itu, Presiden juga berharap pembangunan tersebut berguna untuk menunjang pendidikan terutama bagi kemajuan pers Indonesia.

Presiden juga membenarkan rencana bantuan pemerintah dalam membantu pembangunan monumen Adinegoro.

“Ya tadi saya sudah menyampaikan kepada keluarga besar pemerintah siap untuk memberikan bantuan dalam pembangunan museum ini,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga mengajak semua komponen masyarakat untuk mengenang sosok Adinegoro yang merupakan tokoh pers mengingat sebagian besar masyarakat secara perlahan sudah meninggalkan kesusastraan.

“Sehingga baik sisi jurnalisme, sisi penulisan, harus mengingat kembali kesejarahan dari beliau, Bapak Djamaluddin Adinegoro,” pungkasnya. (rml/r1)