Connect with us

Nasional

BEM UI Buka Lapak, Ketum BEM UGM yang Terkenal dan Dipuja-puji

Published

on

Presma UGM, Obed Kresna Widyaapriyatisha (kiri) dan Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa (sumber:net)

Jakarta-GeoSiar.com, Pemberian kartu kuning oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Univeristas Indonesia (UI), Zaadit Taqwa kepada Presiden Joko Widodo di upacara Dies Natalis UI ke-68 mendapat sorotan publik karena viral.

Video singkat yang menampilkan sosok mahasiswa yang berani memberikan kartu kuning ke hadapan orang nomor satu di negeri ini dinilai sebagai titik balik peran mahasiswa di era reformasi.

Akibat aksinya, sosok yang dianggap berani, Zaadit mendapat undangan khusus untuk hadir menyampaikan pendapatnya di Mata Najwa edisi Rabu (7/2/2018) kemarin.

Acara yang mengusung tema ‘kartu kuning Jokowi’ itu membuka ruang dialog untuk beberapa perwakilan mahasiswa dari kampus ternama yang ada di Indonesia.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut wakil mahasiswa dari Universitas Trisakti, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tak hanya perwakilan dari mahasiswa, Najwa juga mengundang dua perwakilan eksekutif, yakni Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia (Dikti) Muhammad Nasir dan Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko.

Mewakili legislatif, turut hadir Adian Napitupulu dari fraksi PDI Perjuangan, Desmond Mahesa dari fraksi Gerindra, dan Ahmad Yohan dari PAN.

Dalam diskusi hangat yang berlansung sangat interaktif, masing-masing perwakilan dari unversitas mencitrakan almamater yang mengutusnya.

Meski tak dapat dipungkiri pertemuan terbuka dengan badan ekesekutif dan legislatif ini di pelopori oleh pengajuan kartu kuning yang diacungkan oleh Ketua BEM UI, namun dalam pemaparan di serial ‘Mata Najwa, publik lebih terpikat dengan wawasan luas yang dimiliki oleh Presma UGM, Obed Kresna Widyaapriyatisha.

Tak hanya berwibawa dan sikapnya yang santai, penuturan Presma UGM dalam mengurai fakta untuk disadur oleh pemikiran yang mendengarkan mendapat apresiasi yang lebih dari para penonton di studio maupun khalayak luas.

Ketika Najwa mengemukakan pertanyaan seputar cara menjaga idealisme, independensi, kemurnian agar tidak ditunggangi oleh pihak manapun untuk kepentingan politik praktis, banyak yang terpukau dengan jawaban yang dilontarkan oleh Presma UGM.

Dalam mengungkapkan idenya, Obed, panggilan akrab Presma UGM, berpendapat dari permasalahan yang ada.

“Orang yang seringkali mengkritik pemerintah dianggap anti pemerintah dan orang yang mendukung pemerintah dikatakan sebagai pro pemerintah,” ungkap Obed.

Menurutnya, cara yang terbaik untuk menyikapi hal tersebut adalah dengan memposisikan diri sebagai perantara yang bisa menjembatani keduanya.

“Mahasiswa harus menjadi intermediary actor (aktor perantara -red), di mana dia bisa menjadi jembatan bagi keduanya,” jelasnya.

Obed pun kemudian menjelaskan alasan seorang mahasiswa bisa menjadi aktor perantara antar dua kelompok yang disebutkan tadi.

“Yaitu rasa kemanusiaan yang dibangun melalui hasil belajar kami hidup bersama masyarakat, ngobrol di angkringan, burjo, dan sebagainya,” terang Obed.

Obed juga menyimpulkan saran yang disampaikan oleh beberapa narasumber untuk turun langsung mencium bau masyarakat adalah suatu langkah konkret yang menjadi PR untuk di kerjakan dan ditindak lanjuti.

Beberapa poin yang sudah dipaparkannya menurutnya merupakan suatu cara yang efektif untuk belajar ‘menghirup bau’ masyarakat secara langsung.

Sementara tanggapan dari ketua BEM UI, Zaadit mengatakan bahwa mahasiswa harus selalu ada di garis terdepan guna menyambungkan lidah masyarakat.

“Kemudian dikemas dengan cara-cara intelektual dan disampaikan secara langsung kepada pemerintah agar kemudian pemerintah dapat mendengarkan suara masyarakat dan menindak lanjutinya ke dalam sebuah solusi yang dapat langsung di rasakan dengan masyrakat,” tutur Zaadit.

Dari kedua buah saran, netizen mengungkapkan kesalutan kepada Presma UGM dibandingkan dengan argumen dari Zaadit.

@Adi Setiawan : Paling sopan tapi bobotnya berat banget top obeth bem ugm mewakili seluruh mahasiswa jogja

@Sandy Hermawan : Statement2 BEM UGM terasa paling real, nggak teriak2 Tapi kedengeran poin nya. They’ve been there. Zaadit, please shut up.

@galah gilang : galah gilang sadar gak dari SEMUA ORANG di studio mata najwa ini cuma perwakilan BEM UGM yang menyinggung hal KEMANUSIAAN, padahal isu dasar dari kritikan yang dilakukan sebelumnya itu jelas tentang KEMAjuga… ngerti kan siapa yg bener-bener peduli?

@Alfred Purba Eh busyet… kopinya abis. Perwakilan dari UGM paling baik didalam menyampaikan pendapat. Kelihatan memang sering berdiskusi. Itu yang paket jaket kuning.. siapa namanya? Sebut saja namanya Wasit Magang. Ditunggu lho sama warga Asmat… cie… cie..

@Captain Yoo: si zaadit yg buka lapak…yg terkenal dan dipuja puji malah ketum BEM UGM hahah kasian si zaadit mending lu olahraga biar kurusan

@Bagus Kurniawan : Salut sama UGM. Mereka gak salah pilih PresBEM. (youtube/r1)