Connect with us

Nasional

Tak Mampu Tunjukkan Surat Kuasa, Fredrich Tunjukkan Tulis Tangan

Published

on

Fredrich Yunadi resmi menjadi tahanan KPK sejak Sabtu (13/1/2018) dini hari.

Jakarta-GeoSiar.com, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan surat dakwaan terhadap Mantan Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Fredrich, disebutkan jaksa, sedang berada di kediaman Setya Novanto saat penyidik KPK menggeledah rumah milik Ketua DPR RI tersebut.

Kepada penyidik, Fredrich mengaku sebagai pengacara Novanto. Namun, setelah diminta bukti oleh penyidik KPK, Fredrich tidak dapat menunjukkan surat kuasa sebagai kuasa hukum si terdakwa korupsi tersebut.

“Saat penyidik KPK menanyakan surat kuasa kepada terdakwa, ternyata saat itu terdakwa tidak bisa memperlihatkannya,” ujar jaksa KPK.

Jaksa kemudian merincikan kembali seluruh rangkaian penyelidikan Setya Novanto yang di halang-halangi oleh Frederich. Tercatat dalam surat dakwaan yakni pada 15 November 2017, Setya Novanto tidak datang memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa sebagai tersangka.

Tidak memenuhi panggilan, KPK akhirnya melakukan upaya penangkapan dan penggeledahan di rumah terdakwa rumah yang beralamat di JaIan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta SeIatan sekitar pukul 22.00 WIB.

Namun, penyidik KPK tidak menemukan Setya Novanto melainkan Fredrich yang menanyakan surat tugas, surat perintah penggeledahan dan surat penangkapan kepada penyidik KPK.

Penyidik KPK berhasil memperlihatkan surat-surat yang diminta oleh Fredrich yang mengaku sebagai kuasa hukumnya.

Namun, saat penyidik KPK balik mempertanyakan surat kuasa pengacara, Fredrich tak mampu memperlihatkannya.

Menurut jaksa, Fredrich laIu meminta kepada istri Novanto, Deisti Astriani untuk menandatangani surat kuasa atas nama keluarga Setya Novanto. Surat itu baru dIbuat Fredrich dengan tulisan tangannya sebagai dalih dari ketidak sanggupannya dalam menunjukkan bukti kuasa yang diberikan Setya Novanto padanya.(kps/r1)