Connect with us

Nasional

Catatan BNPB: Sebanyak 275 Bencana Terjadi Sepanjang 2018, 30 Orang Meninggal

Published

on

Kepala BNPB SUtopo Sapto Wardoyo

Jakarta-Geosiar.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga awal Februari terjadi 275 bencana alam terjadi di wilayah Indonesia. Sebagian besar bencana itu terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi. Sebanyak 30 orang meninggal dunia.

“Selama tahun 2018, telah terjadi 275 bencana yang menyebabkan 30 jiwa meninggal dan hilang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan resminya, Kamis (8/2/2018).

Sutopo mengatakan, ratusan bencana alam itu mengakibatkan 30 orang meninggal, 60 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 10.254 unit rumah dan 92 fasilitas umum rusak. Banyaknya bangunan dan rumah yang rusak itu memaksa 153.183 warga untuk mengungsi.

Sutopo mengatakan, bencana longsor adalah bencana yang paling banyak menimbulkan korban meninggal dunia di 2018.

Sejak 1 Januari hingga 7 Februari 2018, terdapat 19 orang meninggal akibat longsor, sedangkan puting beliung 5 orang, banjir 3 orang, kombinasi banjir dan longsor 2 orang dan gempa 1 orang,” jelasnya.

BNPB, kata Sutopo, memprediksikan potensi bencana banjir, longsor, dan putting beliung akan meningkat. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperkirakan hujan berintensitas tinggi akan terus berlangsung hingga Maret 2018 mendatang.

Sutopo meminta masyarakat tetap waspada, terutama terhadap ancaman longsor. Khususnya, penduduk wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Sutopo menjelaskan, topografi ketiga wilayah itu yang merupakan pegunungan dan lereng di bawah tebing menjadi penyebab rawannya ancaman longsor

“Potensi longsor di Pulau Jawa meluas di daerah dengan topografi tersebut yang di bawahnya banyak pemukiman,” ia menjelaskan.

Masyarakat diminta mengenali lingkungan sekitar dan mengetahui tanda-tanda akan terjadinya longsor. Tanda-tanda itu di antaranya, adanya retakan tanah, amblesan tanah, keluarnya mata air pada lereng, air sumur dan mata air tiba-tiba keruh, pohon dan tiang listrik miring, tembok bangunan dan fondasi tiba-tiba retak dan lainnya. (Tpo/R2)