Connect with us

Nasional

Tersanga Korupsi Zumi Zola Hadiri Rapat Koordinasi dengan Gubernur se Indonesia

Published

on

Gubernur Jambi Zumi Zola

Jakarta-GeoSiar.com, Gubernur Jambi Zumi Zola memenuhi undangan Rapat Koordinasi dengan Gubernur, Sekda dan Kepala Kesbangpol se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Rabu (8/2/2018).

Turut hadir memenuhi undangan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Kedatangan Gubernur Zumi yang berstatus tersangka kasus dugaan korupsi oleh KPK sontak menjadi sorotan seluruh hadirin.

Zumi Zola diduga menerima gratifikasi dari proyek pembangunan infrastruktur di Jambi yang merugikan negara sebesar 6 Miliyar dari beberapa kontraktor.

Tak hanya Zumi, KPK juga menetapkan keterlibatan Plt Kadis PUPR Arfan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji sejumlah proyek di Jambi.

Sebagai bukti, KPK telah menemukan uang pecahan dolar Amerika Serikat di dalam brankas saat menggeledah tiga tempat dimulai dari rumah dinas Gubernur Jambi, dan vila milik keluarga Zumi, serta rumah seorang saksi di Kota Jambi.

Tanpa berkomentar, Zumi segera mengetahui posisinya segera bergabung di deretan kursi di bagian depan bersama Gubernur Jatim dan Jabar.

Zumi terlihat menunduk tanpa melakukan interaksi dengan gubernur lainnya. Ia terlihat melepas kacamatanya sesekali dan mengusap wajahnya.

Bukan hanya itu saja, saat Mendagri Tjahjo Kumolo mengabsen satu-persatu gubernur atau wakil gubernur, serta sekda, nama Zumi Zola disebut. Dia pun sempat berdiri dan mendapat tepuk tangan dari para gubernur yang hadir. Namun, sesekali masih menundukkan kepalanya.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Soedarmo segera membuka acara rakor dengan tema optimalisasi daerah dalam menangani radikalisme, terorisme dan bencana alam.

“Tujuannya mensinergikan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menangani radikalisme, terorisme dan bencana alam. Mengoptimalkan peran pemerintah daerah dalam menangani radikalisme, terorisme dan bencana alam,” ucap Soedarmo mengawali sambutannya.

Melalui acara ini, Soedarmo berharap seluruh kepala daerah meningkatkan kualitias kerja dan mampu bekerjasama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik yang ada di daerah terpencil maupun di perkotaan dengan menangkal radikalisme, terorisme dan juga bencana alam. (lpt6/r1)