Connect with us

Pilkada 2018

Disebut Tiru Gaya Blusukan Jokowi, Ini Kata Sihar Sitorus

Published

on

bakal calon wakil gubernur Sumuut, Sihar Sitorus blusukan ke pasar petisah, Medan.

Medan-Geosiar.com, Pasangan Bakal Calon Gubernur-wakil Gubernur Sumatera Utara, memiliki gaya masing-masing untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Seperti Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) yang disebut meniru gaya blusukan Presiden Joko Widodo untuk mendekatkan diri kepada masyarakat.

Disela blusukan ke Pasar Petisah Medan, Rabu (7/2/2018), Sihar Sitorus tak menampik hal itu. “Kalau memang begitu, blusukan itu dibilang gayanya Pak Jokowi. Dibilang begitu benar juga,” kata Sihar.

Sihar mengatakan, blusukan ke pasar tradisional memang kerap dilakukannya. Sebelumnya Sihar juga sempat mendatangi Pasar Tavip Binjai yang pernah terbakar setahun silam. Ini dilakukan untuk mengetahui mata rantai perdagangan paling akhir. Dia ingin melihat bagaimana sebenarnya kondisi pasar tradisional di Sumut.

“Jadi dari situ kami bisa tahu di hulunya seperti apa. Seperti tadi orang jualan sayur. Kami bisa tahu di mana ladangnya. Kami tahu berapa jauh dari ladang sampai ke sini. Melewati berapa tangan. Apakah dia langsung dari kebun sendiri, atau dia dari pengepul. Kami bisa tahu,” beber Sihar.

Pasar tradisional akan menjadi salah fokus pasangan DJOSS. Ada tiga sektor yang ada di pasar tradisional. Mulai dari pertanian, perikanan dan perdagangan. “Bagi kami pasangan Djarot-Sihar, melihat kondisi ketiga sektor tersebut. karena itu melibatkan sektor lapangan pekerjaan,” tuturnya.

Sihar menjelaskan, Ia bersama Djarot akan tetap blusukan ke pasar tradisional bila dipercaya memimpin Sumut nantinya. Seluruh keluhan dari pedagang akan dikumpulkan untuk dilakukan evaluasi. Karena kondisi beberapa pasar tradisional di Sumut masih jauh dari kata layak. “Jadi proyeksi kami adalah bagaimana pasar tradisional ini bisa di upgrade ke kondisi zaman sekarang.”

Dengan adanya perbaikan, masyarakat terutama anak muda mau datang ke pasar tradisional. “Jadi kami yang anak muda masih mau ke pasar. Jadi kami buat pasar tradisional itu menjadi sesuatu yang menarik. Pasar tradisional itu pusat kegiatan,” pungkas Sihar. (Jpnn/R2)