Connect with us

Nasional

Langgar Aturan, ASN Gorontalo Dihukum Saat Apel Pagi

Published

on

Aparatur Sipil Negera yang melanggar aturan di lingkungan pemerintah Provinsi Gorontalo, pada Senin (5/2/2018)

Gorontal-GeoSiar.com, Sekda Gorontalo, Winarni Monoarfa yang tengah memimpin apel pagi memberikan hukuman kepada sejumlah Aparatur Sipil Negera (ASN) yang melanggar aturan di lingkungan pemerintah Provinsi Gorontalo, pada Senin (5/2/2018).

Menurut Winarni, para ASN wajib menerima hukuman karena tidak mematuhi aturan kewajiban memakai jilbab karawo dan kopiah karanji saat masuk kerja.

Tak butuh waktu lama, para ASN yang melanggar itupun langsung dipisahkan dari rekannya yang lain untuk diberikan sanksi. Mereka dijemur di bawah sinar matahari selama apel berlangsung sebagai tindak jera dan menerapkan disiplin untuk mengikuti aturan yang ada.

Seusai apel, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Gorontalo, Anis Naki membenarkan adanya hukuman tersebut untuk para ASN.

“Tadi saat apel, ibu-ibu yang tidak pakai karawo dan bapak-bapak yang tidak memakai kopiah karanji langsung disendirikan dan menghadap matahari,” tutur Anis Naki.

Anis menjelaskan aturan itu bertujuan untuk melestarikan budaya asli Gorontalo yang wajib mengenakan karawo dan kopiah karanji.

Jilbab karawo dan kopiah karanji adalah kerajinan khas Gorontalo. Keduanya merupakan penutup kepala yang menjadi identitas masyarakat Gorontali.

“Selain itu juga memberikan dampak ekonomi bagi para pengrajin kain karawo dan kupiah karanji,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie di hari yang sama, saat melakukan sidak di Dinas Pekerjauan Umum & dan Penataan Ruang Pemprov Gorontalo menemukan masih banyak tenaga honorer yang tidak memakai kopiah karanji.

“Kenapa honorer laki-laki tidak memakai kopiah karanji? Kalau tidak mau pakai, tidak usah dilanjutkan lagi kontraknya,” tegasnya.

Dari pertanyaan ini terungkap, ternyata para tenaga honorer belum menerima gaji. Penyebabnya, mereka ternyata belum menerima SK pengangkatan sebagai dasar pembayaran gaji bulan Januari 2018.

Rusli Habibie pun akhirnya meminta kepada pimpinan di setiap organisasi perangkat daerah Pemprov Gorontalo agar segera membayarkan gaji para tenaga honor. Menurutnya, gaji wajib diberikan kepada para pekerja yang sudah menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

“Mereka sudah kerja tapi belum terima gaji begini? Pelanggaran HAM itu,” pungkas Rusli.(lpt6/r1)