Connect with us

Nasional

Mendagri Yakin Zumi Zola Kooperatif Hadapi Penyidikan KPK

Published

on

Gubernur Jambi Zumi Zola menunggu untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/1).

Jakarta-Geosiar.com, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meyakini Gubernur Jambi, Zumi Zola akan kooperatif menghadapi proses penyidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Zumi Zola merupakan tersangka suap pengasahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi 2018.

“Dia kan masih tersangka, saya yakin dia kooperatif (dalam) proses penyidikan di KPK,” kata Tjahjo di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Senin, 5 Februari 2018.

Tjahjo mengatakan, Zumi tetap bisa melaksanakan tugasnya sebagai gubernur. Tjahjo menuturkan, dirinya heran, mengapa masih ada kepala daerah yang terjerat kasus suap, padahal sistem pemerintahan telah berjalan sesuai arahan.

Apalagi, Tjahjo menegaskan, kepala daerah telah diberikan pemahaman tentang wilayah yang rawan tersangkut korupsi. “Kalau sampia terjadi (korupsi), masa yang disalahkan sistemnya, kan enggak. Semua sudah rapi,” jelas Tjahjo.

Dalam kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi, KPK menduga Zumi Zola menerima gratifikasi sebesar Rp 6 Miliar dari sejumlah proyek. Uang itu selanjutnya untuk biaya ketok palu alias uang suap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jambi untuk meloloskan pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018.

KPK telah menetapkan status Zumi Zola menjadi tersangka bersama Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jambi Arfan dari para kontraktor pada proyek-proyek di Jambi atas kasus tersebut. Penetapan tersangka itu merupakan kelanjutan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar 28 November 2017. Dalam OTT itu, KPK menangkap 16 orang dan menyita total uang sekitar Rp 4,7 miliar. (Tpo/R2)