Connect with us

Nasional

IHSG Melemah di Zona Merah

Published

on

ILUSTRASI : Saham

Jakarta-GeoSiar.com, Pada awal perdagangan dalam pra pembukaan perdagangan saham, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah yang menandakan bahwa terjadi pelemahan pada Senin (5/2/2018).

Secara sektoral, seluruh sektor saham melemah. Sektor saham aneka industri turun 2,01 persen, dan catatkan pelemahan terbesar.

Disusul sektor saham industri dasar melemah 2 persen dan sektor saham kontruksi turun 1,90 persen.

Pelemahan ini bergerak vertikal dengan tekanan yang terjadi pada bursa Asia yang kompak mengalami pelemahan.

Angka IHSG turun 72,14 poin atau 1,09 persen ke posisi 6.556,67.

Pada pembukaan, IHSG masih tertekan, indeks turun 103,08 poin atau 1,56 persen ke posisi 6.525,70. Indeks saham LQ45 turun 1,92 persen ke posisi 1.090,35. Seluruh indeks saham acuan kompak berada di zona merah.

Ada sebanyak 179 saham melemah sehingga menekan IHSG ke zona merah.

Sementara itu, 28 saham menguat dan 62 saham lainnya diam di tempat.

Diawal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.556,67 dan terendah 6.522,54.

Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 380 miliar. Investor asing melakukan aksi jual Rp 4 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.496.

Meskipun demikian, transaksi perdagangan saham terbilang cukup ramai dengan total frekuensi perdagangan saham sekitar 17.966 kali dengan volume perdagangan saham 428 miliar saham.

Saham-saham catatkan penguatan terbesar antara lain saham INRU naik 24 persen ke posisi Rp 780, saham BIPP melonjak 8,75 persen ke posisi Rp 87, dan saham VOKS menanjak 6,62 persen ke posisi Rp 244 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham IBFN melemah 26,88 persen ke posisi Rp 68, saham HOME susut 9,71 persen ke posisi Rp 93, dan saham CLEO turun 6,45 persen ke posisi Rp 870.

Di Jepang, Nikkei 225 turun 2,06 persen pada awal perdagangan, sementara indeks acuan saham Topix turun 1,71 persen. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,66 persen. (lpt6/r1)