Connect with us

Pilkada 2018

Usai Pilkada 2018, PKB Akan Bahas Pendamping Jokowi

Published

on

Presiden Joko Widodo dinilai saat mengajak Muhaimin Iskandar menghadiri peresmian kereta cepat Bandara Soekarno-Hatta.

Jakarta-Geosiar.com, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan membahas calon pendamping Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 setelah pemilihan kepala daerah selesai. Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan, menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA tentang calon wakil presiden terpopuler di kalangan pemilih.

“PKB belum membahas masalah pencapresan saat ini karena masih fokus memenangkan Pilkada 2018. Penentuan Cawapres PKB dilakukan setelah Pilkada selesai sesuai tahapan KPU,” kata Daniel di Jakarta, Sabtu (03/1/2018).

Pada kategori kalangan Islam, menurut survei Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Gubernur Nusa Tenggara Barat M Zainul Majdi merupakan tokoh yang paling populer di kalangan responden.

“Semua itu murni gerakan masyarakat yang kemudian disambut dan mendorong semangat struktur DPC PKB dan Ranting untuk bergerak lebih intens dengan masyarakat,” kata Daniel mengenai hasil survei itu.

Daniel Johan menegaskan, setiap kader PKB terus mendorong Cak Imin mengikuti pemilihan presiden 2019, bahkan sebelum ada hasil survei mengenai popularitasnya.

“PKB ingin dapat kembali mewujudkan cita-cita politik Gus Dur (Abdurrahman Wahid) yang sempat dijalankan saat menjadi Presiden Ke-4 Indonesia, dan tentunya membutuhkan dukungan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya pada Jumat (2/2), peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby mengatakan berdasarkan survei ada lima kategori latar belakang yang dianggap berpeluang maju dalam bursa cawapres 2019, yaitu militer, kalangan Islam, profesional, kepala daerah, dan partai politik.

Survei LSI Denny JA memunculkan 12 nama tokoh yang berpotensi menjadi calon wakil presiden pada Pemilu 2019, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, serta Kepala Kantor Staff Presiden (KSP) Moeldoko yang berlatar belakang militer; serta Cak Imin dan Zainul Majdi yang berlatar belakang Islam. (Ant/R2)