Connect with us

Sumut

Panitia 100 Tahun HKBP Akan Bangun Sopo Nommensen Tarutung

Published

on

Ephorus HKBP berfoto bersama panitia 100 Tahun HKBP Pasca Nommensen di Batik Kuring, Jalan Sudirman, Jakarta, pada Jumat (2/2/2018)

Jakarta-GeoSiar.com, Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Darwin Lumban Tobing menghadiri rapat panitia 100 Tahun HKBP Pasca Nommensen di Batik Kuring, Jalan Sudirman, Jakarta, pada Jumat (2/2/2018).

Acara rapat diawali dengan ibadah yang dipimpin, Pdt. Dr Luhut Hutajulu dan dihadiri oleh semua panitia.

Setelah ibadah selesai, maka seluruh jemaat yang tergabung dalam kepanitiaan memulai rapat yang diawali dengan kata sambutan oleh Ephorus.

Dalam kesempatan tersebut, Ephorus memberikan apresiasi atas program pembangunan Sopo Nommensen di Pearaja, Tarutung, Tapanuli Utara, yang direncanakan panitia 100 Tahun HKBP Pasca Nommensen.

Turut hadir Sekjen HKBP, Pdt. David Sibuea, Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Martongo Sitinjak.

Tak hanya itu, Kepala Departemen Marturia, Pdt. Anna Vera Pangaribuan, Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Debora P Sinaga, Ketua Umum Panitia Nasional, Prof. Dr. Jhon Hutagaol, Sekretaris Khusus Ephorus, Pdt Alter Siahaan, beserta beberapa Kepala Biro juga turut dalam rapat.

“Kita mengapresiasi semangat panitia 100 Tahun HKBP Pasca Nommensen, dan mendukung penuh pembangunan. Saya berharap, semua jemaat dapat berpartisipasi melalui distrik,” ujar Pdt. Dr. Darwin.

Senada dengan yang disampaikan Ephorus, Jhon Hutagaol mengatakan, tujuan rapat ini merupakan syukuran dimulainya pembangunan Sopo Nommensen HKBP.

Jhon juga mengapresiasi kehadiran ephorus HKBP ditengah-tengah mereka.

“Bangunan ini nantinya akan menjadi asset berharga sebagai momentum peringatan Dr. Ingwer Ludwig Nommensen. Dengan harapan, pembangunan akan selesai tahun ini. Dan, kehadiran Ephorus membuktikan dukungan penuh terhadap panitia ini,” tutur Jhon.

Rencananya, akan dibangun 5 lantai untuk Sopo Nommensen. Bangunan ini juga direncanakan akan dilengkapi dengan basement dan lahan parkir sehingga umat tak kewalahan untuk memarkirkan kendaraan ketika menghadiri acara ibadah maupun yang lainnya.

“Luas bangunan 1800 m2 dan 55 kamar unit. Total kompleks Sopo tersebut seluas 4000 m2,” tutur arsitek bangunan, Ronald.

Menurut rancangan, akan bangunan ini akan di bagi kedalam beberapa bagian yakni beberapa ruang untuk kamar standart dan type suite room, kemudian pembangunan ruang ibadah, dan yang terakhir untuk keperluan administrasi berupa kantor manajemen serta hall untuk ruang pertemuan. (anls/r1)