Connect with us

Sumut

KPK Bungkam Soal Hasil Pemeriksaan Suap Mantan Gubernur Sumut

Published

on

Juru bicara KPK, Febri Diansyah

Medan-GeoSiar.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan terkait kasus suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho di Mako Brimob Polda Sumut, yang dimulai sejak Senin (29/1) dan akan berakhir pada Sabtu (3/2/2018).

Salah seorang penyidik KPK, mengaku sudah memeriksa sebanyak 54 orang dalam kurun waktu tiga hari sejak Senin (29/1) hingga Rabu (1/2).

“Sudah 54 orang kita periksa,” sebut salah seorang penyidik KPK, pada Kamis (1/2/2018) sekitar pukul 12.41 WIB.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, KPK masih belum membukakan hasilnya mengenai adanya dugaan keterlibatan para mantan anggota DPRD Sumut dan pejabat Pemprov Sumut, baik yang masih aktif maupun pensiunan dan beberapa pihak swasta.

Dari ke 54 nama yang diperiksa terdapat 18 pejabat dan mantan pejabat (ASN dan pensiunan) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).

Sementara sisa lainnya terdapat anggota DPRD Sumut periode 2009-2014, baik yang sudah tidak aktif maupun terpilih kembali di periode saat ini.

Adapun mantan anggota DPRD Sumut periode lalu total 100 orang.

Seluruh pimpinan DPRD saat itu telah dijadikan tersangka, disidang, dan divonis hukuman penjara.

Mantan Sekretaris DPRD Sumut Randiman Tarigan juga terlihat hadir di Mako Brimob Polda Sumut, Kamis (1/2/2018)sekitar pukul 11.06 Wib.

Kedatangannya didampingi oleh mantan Kabag Keuangan Sekretariat Dewan, Alinafiah.

Keduanya naik mobil plat nomor BK 1736 EW. Kemudian keluar dari gedung utama sekira pukul 12.35 Wib, dan langsung disambut pertanyaan para awak media.

Di lokasi parkir, Randiman menyebutkan tidak banyak perubahan pertanyaan yang diajukan KPK kepadanya.

Mantan Pj Wali Kota Medan itu juga menegaskan, kehadirannya hanyalah melengkapi keterangan yang telah ada.

Randiman mengaku tak terlibat sedikitppun mengenai suap tersebut, apalagi sampai menerima uang dari hasil suap tersebut.

“Saya nggak ada nerima. Pulangkan apa saya?” kata Randiman.

Dari jadwal yang beredar di media sosial terkait pemeriksaan KPK, sejumlah mantan anggota DPRD Sumut yang diperiksa pada Kamis (1/2) yakni Tiasiah Ritonga (Partai Demokrat), Muslim Simbolon (PAN), Rinawati Sianturi (Partai Hanura), Sonni Firdaus (Partai Gerindra), Analisman Zalukhu (PDIP) dan Zulkarnain (PKS).

Selain para mantan legislator, juga ikut diperiksa sejumlah pejabat maupun mantan pejabat Pemprov Sumut. Di antaranya mantan Sekdaprov Sumut Hasban Ritonga, Kadis Kehutanan Halen Purba, Kadis Perhubungan Sumut Anthony Siahaan, dan mantan Sekwan Sumut Randiman Tarigan, mantan Kadis PSDA Dinsyah Sitompul, mantan Kadis ESDM Eddy Saputra Salim, mantan Kadispenda Rajali, serta sejumlah pejabat lainnya yang belum diketahui.

Hal tersebut juga dibenarkan Plt Sekdaprov Sumut Ibnu Hutomo.

“Ya benar ada 18 orang yang diperiksa. Tapi nama-namanya tanya ke KPK saja,” ujar Ibnu.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan pemeriksaan mantan anggota DPRD Sumut masih dalam tahap pengembangan dan penyelidikan.

“Hingga saat ini masih proses pengembangan. Belum ada tersangka baru. Kami masih meminta keterangan kepada sejumlah pihak. Jadi tunggu saja,” ujar Febri Diansyah melalui pesan Whats App pada Kamis (1/2)

Menurut Febri, KPK belum bisa memberikan kesimpulan apapun mengenai keterlibatan nama-nama yang sudah di periksa.
Ia menghimbau semua pihak dapat bersabar menunggu informasi selanjutnya.

Febri juga enggan berandai-andai dengan pemeriksaan ini. “Tidak ada istilah peluang tersangka baru atau calon tersangka baru. Ini masih pengembangan, tak bisa berandai-andai. Tunggu saja,” pungkasnya. (smtpos/r1)