Connect with us

Nasional

BPIH Tak Sepakati Kenaikan Biaya Haji Tahun 2018

Published

on

ILUSTRASI : Jemaah haji

Jakarta-GeoSiar.com, Anggota Panja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Choirul Muna bersikukuh mempertahankan biaya ibadah haji tahun 2018 agar tetap dan tak mengalami kenaikan.

Tak hanya itu, ia juga mempertahankan living cost (uang saku) sebesar 1.500 real yang akan diberikan oleh pemerintah kepada jamaah haji pada saat akan beranjak meninggalkan tanah air.

“Saya tetap bersikukuh mempertahankan itu. Justru (saya meminta) bagaimana pemerintah meningkatkan pelayanannya kepada jamaah. Karena ini untuk kesejahteraan jamaah,” tegasnya.

Menurutnya, sangat kecil kemungkinan bagi jemaah untuk bisa melakukan penukaran uang dari rupiah ke real.

“Orang kampung tidak mungkin yang tidak punya ATM itu menukarkan uang ke real karena sulit. Tetapi kalau toh itu ada, pastinya nanti akan kena bunga atau biaya jual yang tinggi,” ucap Choirul.

Meskipun fraksi-fraksi lain awalnya ingin living cost ini diturunkan menjadi 1.000 real, namun pada akhirnya sepakat untuk menetapkan living cost sebesar 1.500 real.

“Saya dikeroyok semua fraksi di Komisi VIII Panja BPIH. Tapi Alhamdulillah dengan argumentasi saya, fraksi lain bahkan dari Kementerian Agama pun maklum, argumen saya bisa diterima,” ujarnya bangga.

Selain itu, menurutnya makanan jamaah haji saat di Mekah juga sangat penting untuk diperhatikan karena akan meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 25 kali menjadi 45 kali.

“Tak hanya itu, saya mengusulkan koper yang dibawa jamaah selama ini tidak layak pake, banyak yang rusak itu saya minta diganti. Menteri Agama menerima usulan itu, sore ini telah ditetapkan dalam kesimpulan rapat. Dan Insya Allah nanti koper, tas, akan lebih bagus. Nah, inilah perjuangan dari kami untuk rakyat Indonesa, khususnya jamaah haji di tahun 2018,” pungkasnya.(rml/r1)

Selain itu, BPIH juga tidak naik dan justru kemungkinan bisa saja turun.

Hal ini menurutnya masih akan ditelusuri dalam rapat Panja.