Connect with us

Sumut

Berantas Korupsi, DJBC Sumut Sepakati Penerapan WBK

Published

on

Kepala Kantor Wilayah (KaKanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara, Oza Olavia, menandatangani WBK dan WBBM di aula Cakrawala pada Kamis (1/2/2018)

Medan-GeoSiar.com, Kepala Kantor Wilayah (KaKanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara, Oza Olavia, menandatangani pakta integritas pencanangan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), di lingkungan KPPBC TMP B, Kualanamu, berlangsung di aula Cakrawala pada Kamis (1/2/2018).

Turut mendampingi Ombusmen Perwakilan Wilayah Sumut Abiayadi Siregar, KPPBC TMP B Kualanamu, Bagus Nugroho Tamtomo Putro, mewakili Otoritas Bandara (Otban) PT AP II Bandara Kualanamu, serta intansi terkait lainnya.

Kepala Kanwil DJBC Sumut Oza Olavia mengungkapkan harapannya dalam pencanangan zona integritas WBK dan WBBM di lingkungan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Kualanamu bisa tercapai dengan baik.

Selain itu, Oza juga berharap, pihaknya dapat semakin memberikan pelayanan yang baik bebas dari Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN), sesuai dengan apa yang sudah ditandatangani.

Menurutnya, aturan Menteri Keuangan untuk tetap semangat WBK dan WBBM sudah sejak lama diterapkan di lingkungan Bea Cukai.

Hal tersebut tertuang dalam reformasi birokrasi sejak 2007.

“Karena itu, sebagai Apara­tur Sipil Negara (ASN) yang baik, terus tingkatkan kinerja, sehingga apa yang diharapkan pemerintah dapat terlaksana, tentunya dalam hal ini Bea Cukai tidak bisa sendiri, tetap mengharapkan ada bantuan dan dukungan dari intansi ter­kait yang ada di Bandara Ku­alana­mu,se­hing­ga, apa yang diharapkan dapat terlaksana sesuai dengan harapan,” ujarnya.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B, Kualanamu Bagus Nugroho Tamtomo Putro menyadari betul pencanangan WBK dan WBBM ini sebagai bukti niat tulus demi perbaikan di lingkungan BC Kualanamu agar bebas dan bersih mela­yani sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Kami mohon dukungan, dan tentu penga­walan supaya kami benar-benar amanah bisa memasuki gerbang ini bukan sekadar hanya langkah pertama, tetapi juga selanjutnya sehingga cita-cita dan program pemerintah dapat dilaksanakan secara tulus dan bertanggungjawab,” tuturnya.

Upaya ini merupakan tahap awal menuju pintu gerbang menuju bebas dari KKN di lingkungan Bea Cukai.

Abiyadi Siregar berharap rencana tersebut tak hanya sebatas lips service, tetapi betul-betul itu diaplikasi dan diterapkan di lapangan sehingga kepercayaan pablik pada BC terus meningkat dan lebih baik.

Karena salah satu sarat sertifikat WBK dan WBBM yang ditandatangani dan disaksikan bersama, harus dilaksanakan dengan baik, jadi tidak boleh tidak,” pungkasnya. (als/r1)