Connect with us

Sumut

Ratusan Driver Online Aksi di Kantor Gubernur dan DPRD Sumut

Published

on

ILUSTRASI : Ratusan pengemudi transportasi online melakukan aksi unjuk rasa di dua tempat yaitu di depan kantor Gubernur Sumut dan di kantor DPRD Sumut

Medan-GeoSiar.com, Komisi D DPRD Sumut, Fahrizal Efendi Nasution mengajak perwakilan driver taksi online untuk berdialog seusai menyampaikan tuntutannya di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (1/2/2018).

Didampingi Leonard Surungan Samosir, dan Syamsul Qodri Marpaung, Politisi partai Hanura tersebut mengatakan siap memfasilitasi aspirasi yang sudah di sampaikand dalam aksi ini.

“Saya adalah pelanggan transportasi online. Jadi apa yang kalian rasakan juga kami rasakan. Kehadiran transportasi ini membantu penyerapan tenaga kerja,” kata Fahrizal dihadapan massa usai melakukan dialog.

Fahrizal juga berjanji untuk segera meneruskan keluhan para driver ke Kementerian Perhubungan untuk ditindak lanjuti.

“Maka dari itu, pemerintah tidak boleh tutup mata dan telinga atas aspirasi. Dan, aspirasi saudara akan kami teruskan ke Kemendagri dan Kemenhub,” tambahnya.

Fahrizal juga berjanji akan melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar tidak melakukan penerapan Permenhub 108/2017 sebelum revisi peraturan itu selesai di kerjakan.

Keputusan ini diambil ketika ratusan pengemudi transportasi online roda dua atau driver taksi online melakukan aksi unjuk rasa di dua tempat sekaligus, yakni yang pertama di depan kantor Gubernur Sumut kemudian berlanjut ke kantor DPRD Sumut.

Para driver tersebut sudah berkumupul di titik awal di Lapangan Merdeka, Medan dan sepakat menyuarakan keberatannya.

Di depan gedung wakil rakyat, para driver yang tergabung dalam Asosiasi Transportasi Online Sumatera Utara (ATSU) itu menyuarakan penolakannya atas diberlakukannya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 mengenai Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

Setelah mendengar respon dari anggota dewan, para driver membubarkan diri dan kembali ke Lapangan Merdeka sekitar pukul 14.30 WIB. (anls/r1)